Abu Dujana Tulis Tangan Dupliknya

Kompas.com - 14/04/2008, 16:21 WIB

JAKARTA, SENIN - Biasanya, duplik yang dibacakan terdakwa berupa hasil ketikan komputer. Namun, tidak demikian halnya dengan terdakwa terorisme, Abu Dujana. Pria yang memiliki nama asli Ainul Bahri ini, justru menulis tangan berkas dupliknya (jawaban atas replik Jaksa Penuntut Umum) setebal 10 halaman.

Apa yang membuat Dujana menulis sendiri duplik tersebut? "Lebih karena keterbatasan saja. Lagian juga tidak mengubah isinya," kata dia, usai sidang pembacaan duplik di PN Jakarta Selatan, Senin (14/4).

Untuk menulis, aku Dujana, dalam seminggu ini ia benar-benar memforsir tenaganya guna menyelesaikan penulisan 'curahan hati' jilid 2 nya itu, setelah pledoi (pembelaan). Tulisan dia tergolong rapi. Meski ditulis di atas kertas HVS polos tak bergaris, barisan goresan tangan dujana masih tertata dengan baik. Demikian juga rangkaian huruf per huruf yang tertuang dalam ribuan kata itu, cukup mudah dibaca.

Dalam duplik tersebut, Dujana juga menyelipkan beberapa hadits dan ayat-ayat Al Quran bertuliskan huruf Arab. Terjemahan hadits tersebut dituliskannya dengan huruf sambung, berbeda dengan uraian kata-kata di luar itu yang ditulis dengan huruf lepas. Ia menyebut berkas dupliknya tersebut dengan kata "Risalah".

Diakhir duplik, ia membubuhkan tanda tangan, serta namanya Ainul Bahri bin Tamli Tamami dan mengatasnamakan dirinya sebagai "Hamba Allah yang Lemah". (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau