10 Siswi Keracunan Gas Fogging

Kompas.com - 14/04/2008, 17:58 WIB

 

BANTUL, SENIN - Penyemprotan atau fogging nyamuk Aeges Aegypty di Madrasah Tsanawiyah Negeri Wonokromo, Pleret Bantul, Senin (14 /4) menyebabkan 10 siswi sekolah tersebut keracunan. Setelah menghirup gas semprotan, kesepuluh siswi tersebut langsung muntah-muntah dan sembilan diantaranya tidak sadarkan diri.

Mengetahui 10 siswinya keracunan, pihak sekolah langsung menghubungi Puskesmas Pleret. "Semua siswa yang keracunan langsung kami angkut dengan ambulans. Sembilan diantaranya harus dirawat di puskesmas karena kondisinya masih lemah," sementara satu siswa sudah diperbolehkan pulang, kata Kepala Puskesmas Pleret dr Fauzan.

Menurut Fauzan, para korban langsung diberi infus dan bantuan pernafasan dengan oksigen. "Dari hasil pemeriksaan kami, mereka memang keracunan dengan gejala pusing, sesak nafas, muntah-muntah, dan muka kelihatan pucat. Untuk sementara mereka belum perlu dirujuk ke rumah sakit, " katanya.

Buchori Marzuki, bagian kesiswaan MTsN Wonokromo menuturkan, keputusan untuk melakukan fogging karena tidak jauh dari sekolah ditemukan dua kasus demam berdarah (DB). MTsN Wonokromo memiliki 15 ruang kelas dengan total murid 547 orang. "Kedua pasien DB tersebut saat ini masih diopname. Kami takut kasus DB merembet ke sekolah sehingga kami pun minta petugas kesehatan melakukan fogging di sekolah, " katanya.

Saat penyemprotan, lanjut Buchori pihaknya sudah menginstruksikan para siswa untuk keluar dari ruang kelas. Tetapi karena lingkungan di luar kelas juga di-fogging, para siswa pun kesulitan mencari tempat. Penyemprotan berlangsung pukul 08.00. "Hanya sekitar 15 menit kemudian sejumlah siswa pun muntah-muntah dan pingsan, " katanya.

Indah, salah seorang siswi yang menjadi korban keracunan mengatakan, ia sudah berusaha menghindar dari gas fogging. Namun karena banyak angin, gas pun mudah menyebar. "Tiba-tiba kepala saya pusing dan rasanya mual. Tidak lama kemudian saya pingsan dan tiba-tiba sudah sampai di puskesmas," katanya.

Siti Aisyiah, orangtua Indah mengaku kaget ketika pihak sekolah memberitahukan bahwa anaknya pingsan dan tengah dirawat di puskesmas.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau