Huntelaar Benci Lalu-lintas di Italia

Kompas.com - 14/04/2008, 20:19 WIB

JAKARTA, SENIN - Nama Klaas-Jan Huntelaar sangat ramai dibicarakan di Italia karena striker Ajax Amsterdam tersebut menjadi incaran beberapa klub elite Serie-A pada musim panas nanti. Namun, Huntelaar tampaknya masih berpikir panjang untuk menetap di negeri Pizza itu karena dia tak suka dengan kondisi lalu-lintasnya.

Ya, dalam sebuah wawancara dengan Calcio 2000 seperti dilansir Goal, Senin (14/4), Huntelaar mengatakan hal tersebut. Dia mengakui, segala sesuatu di Italia sebenarnya menarik perhatian dan menyenangkan. Tetapi satu hal yang membuat dia benci adalah kesemrawutan lalu-lintas.

"Saya baru sekali liburan ke Italia. Saya berada di Roma selama satu setengah tahun. Kami menyewa scooter dan melakukan perjalanan keliling kota. Semuanya sangat indah dan menyenangkan karena saya melihat beberapa tempat yang indah.

"Saya senang dengan masakan Italia, atmosfir dan orang-orangnya. Singkatnya, saya mencintai semuanya di negara ini. Saya belum pernah berada di tempat lain di Italia. Namun kesan pertamaku sangat positif. Hanya saja, lalu-lintasnya sangat kacau untuk standar Belanda," ungkap Huntelaar.

Jika memilih antara Marco Van Basten, Zlatan Ibrahimovic dan Johan Cruyff, untuk menjadi tandemnya di lini depan, Huntelaar memilih Basten.

"Hanya satu jawaban. Dia baru saja menandatangani kontrak empat tahun dengan Ajax. Artinyal, musim depan, setelah musim panas, dia akan menjadi pelatih baru kami. Dia masih menjadi pelatih timnas. Dengan dua alasan mendasar, saya hanya akan memilih Marco Van Basten," tegas striker yang oleh media massa mendapat nama pendek Hunter ini. (GOAL/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau