JAKARTA, SENIN - Nama Klaas-Jan Huntelaar sangat ramai dibicarakan di Italia karena striker Ajax Amsterdam tersebut menjadi incaran beberapa klub elite Serie-A pada musim panas nanti. Namun, Huntelaar tampaknya masih berpikir panjang untuk menetap di negeri Pizza itu karena dia tak suka dengan kondisi lalu-lintasnya.
Ya, dalam sebuah wawancara dengan Calcio 2000 seperti dilansir Goal, Senin (14/4), Huntelaar mengatakan hal tersebut. Dia mengakui, segala sesuatu di Italia sebenarnya menarik perhatian dan menyenangkan. Tetapi satu hal yang membuat dia benci adalah kesemrawutan lalu-lintas.
"Saya baru sekali liburan ke Italia. Saya berada di Roma selama satu setengah tahun. Kami menyewa scooter dan melakukan perjalanan keliling kota. Semuanya sangat indah dan menyenangkan karena saya melihat beberapa tempat yang indah.
"Saya senang dengan masakan Italia, atmosfir dan orang-orangnya. Singkatnya, saya mencintai semuanya di negara ini. Saya belum pernah berada di tempat lain di Italia. Namun kesan pertamaku sangat positif. Hanya saja, lalu-lintasnya sangat kacau untuk standar Belanda," ungkap Huntelaar.
Jika memilih antara Marco Van Basten, Zlatan Ibrahimovic dan Johan Cruyff, untuk menjadi tandemnya di lini depan, Huntelaar memilih Basten.
"Hanya satu jawaban. Dia baru saja menandatangani kontrak empat tahun dengan Ajax. Artinyal, musim depan, setelah musim panas, dia akan menjadi pelatih baru kami. Dia masih menjadi pelatih timnas. Dengan dua alasan mendasar, saya hanya akan memilih Marco Van Basten," tegas striker yang oleh media massa mendapat nama pendek Hunter ini. (GOAL/LOU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang