TERNATE, SENIN-Polisi terpaksa mengevekuasi 20 anggota DPRD Maluku Utara dari kantor mereka, Senin (14/4). Mereka dievakuasi karena ratusan pendukung Thaib Armaiyn-Abdul Ghani Kasuba marah dan melempari Kantor DPRD Maluku Utara. Para pendukung Armaiyn-Kasuba marah karena rapat Panitia Musyawarah mengagendakan rapat paripurna DPRD untuk menyelesaikan sengketa Pilkada Gubernur Maluku Utara.
Panitia Musyawarah memutuskan untuk menggelar sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara untuk menyelesaikan dualisme surat pengajuan Gubernur dan Wakil Gubernur hasil Pilkada Maluku Utara. Hal itu diputuskan dalam rapat Panitia Musyawarah di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara di Ternate, Senin (14/4).
Rapat Panmus memutuskan masalah dualisme surat Ketua DPRD Maluku Utara t entang pengajuan Gubernur dan Wakil Gubernur akan diselesaikan dengan rapat paripurna DPRD. "Akan tetapi, kami belum memutuskan kapan rapat paripurna DPRD itu digelar. Bisa hari Sabtu, bisa Minggu, itu belum diputuskan," kata Wakil Ketua DPRD Syaiful B Ruray seusai rapat.
Rapat itu diketahui kubu Armaiyn-Kasuba. Ratusan massa pendukung Thaib Armaiyn-Abdul Ghani Kasuba mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara selang setengah menit setelah rapat Panitia Musyawarah berakhir.
Puluhan pendukung Armaiyn-Kasuba marah karena merasa para anggota DPRD menggelar rapat secara sembunyi-sembunyi langsung mengempung kantor DPRD. Sebagian melempari gedung DPRD dengan ba tu, sementara yang lain berteriak mengecam para anggota DPRD Maluku Utara.
Puluhan polisi yang berjaga di Kantor DPRD Maluku Utara sempat kerepotan mencegah massa memasuki halaman Kantor DPRD. Kepala Kepolisian Resor Ternate, Ajun Komisaris Besar Ahmad Mahaendra dan sejumlah perwiranya melepaskan tembakan peringatan berulang kali untuk mencegah massa memasuki halaman Kantor DPRD.
Pada pukul 17.20 WIT, akhirnya 20 anggota DPRD Maluku Utara dan para staf Sekretariat DPRD dievakuasi dengan mobil lapis baja polisi. Po lisi akhirnya membubarkan massa sekitar sepuluh menit kemudian.(ROW)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang