20 Anggota DPRD Maluku Utara Dievakuasi Polisi

Kompas.com - 14/04/2008, 20:20 WIB

TERNATE, SENIN-Polisi terpaksa mengevekuasi 20 anggota DPRD Maluku Utara dari kantor mereka, Senin (14/4). Mereka dievakuasi karena ratusan pendukung Thaib Armaiyn-Abdul Ghani Kasuba marah dan melempari Kantor DPRD Maluku Utara. Para pendukung Armaiyn-Kasuba marah karena rapat Panitia Musyawarah mengagendakan rapat paripurna DPRD untuk menyelesaikan sengketa Pilkada Gubernur Maluku Utara.

Panitia Musyawarah memutuskan untuk menggelar sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara untuk menyelesaikan dualisme surat pengajuan Gubernur dan Wakil Gubernur hasil Pilkada Maluku Utara. Hal itu diputuskan dalam rapat Panitia Musyawarah di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara di Ternate, Senin (14/4).

Rapat Panmus memutuskan masalah dualisme surat Ketua DPRD Maluku Utara t entang pengajuan Gubernur dan Wakil Gubernur akan diselesaikan dengan rapat paripurna DPRD. "Akan tetapi, kami belum memutuskan kapan rapat paripurna DPRD itu digelar. Bisa hari Sabtu, bisa Minggu, itu belum diputuskan," kata Wakil Ketua DPRD Syaiful B Ruray seusai rapat.

Rapat itu diketahui kubu Armaiyn-Kasuba. Ratusan massa pendukung Thaib Armaiyn-Abdul Ghani Kasuba mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara selang setengah menit setelah rapat Panitia Musyawarah berakhir.

Puluhan pendukung Armaiyn-Kasuba marah karena merasa para anggota DPRD menggelar rapat secara sembunyi-sembunyi langsung mengempung kantor DPRD. Sebagian melempari gedung DPRD dengan ba tu, sementara yang lain berteriak mengecam para anggota DPRD Maluku Utara.

Puluhan polisi yang berjaga di Kantor DPRD Maluku Utara sempat kerepotan mencegah massa memasuki halaman Kantor DPRD. Kepala Kepolisian Resor Ternate, Ajun Komisaris Besar Ahmad Mahaendra dan sejumlah perwiranya melepaskan tembakan peringatan berulang kali untuk mencegah massa memasuki halaman Kantor DPRD.

Pada pukul 17.20 WIT, akhirnya 20 anggota DPRD Maluku Utara dan para staf Sekretariat DPRD dievakuasi dengan mobil lapis baja polisi. Po lisi akhirnya membubarkan massa sekitar sepuluh menit kemudian.(ROW)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau