Kendalikan Burung Liar, Kontrol Flu Burung

Kompas.com - 14/04/2008, 20:45 WIB

 

JAKARTA, SENIN - Penyebaran virus flu burung (Avian Influenza) telah menimbulkan korban pada manusia. Hingga saat ini di Indonesia tercatat 107 korban meninggal dunia. Untuk mengantisipasi meningkatnya kasus flu burung, maka peranan penyebaran penyakit ini melalui burung liar perlu mendapat perhatian khusus.

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia tengah melakukan identifikasi dan pemetaan kegiatan surveilans flu burung pada burung liar yang dikoordinasikan oleh Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI). Terkait hal itu, Komnas FBPI menyelenggarakan lokakarya nasional mengenai Penyusunan Strategi dan Pedoman Surveilans Avian Influenza pada Burung Liar , pada 14-16 April 2008.

Lokakarya ini bertujuan untuk menyusun strategi nasional pengendalian AI pada burung liar di Indonesia, termasuk pengembangan metodologi pedoman surveilans pada burung liar. Di Dalam strategi nasional akan dibahas juga mengenai kelembagaan serta mekanisme koordinasi antar pihak terkait dalam kontrol dan pengendalian flu burung pada burung liar.

Lembaga-lembaga yang peduli pada penanganan burung liar ikut terlibat secara aktif dalam lokakarya yang diprakarsai Komnas FBPI ini seperti Bird Conservation Society (BICONS), Center for Indonesian Veterinary Analitycal Studies (CIVAS), Pusat Informasi L ingkungan Indonesia (PILI), Yayasan Kutilang, Namru, Taman Nasional Bali Barat, Taman Margasatwa Ragunan, Walhi, Pro Fauna, Taman Safari Indonesia.

Sejumlah lembaga terkait juga ikut terlibat dalam acara itu yaitu Departemen Kehutanan, Departemen Pertanian, FAO, LIPI dan perguruan tinggi. Di level implementasi, Departemen Kehutanan selaku instansi teknis yang menang ani burung liar telah membentuk satuan tugas pengendalian flu burung pada burung liar, kata Koordinator Surveilans dan Monitoring Komnas FBPI Heru Setijanto, saat dihubungi Senin (14/4), di Jakarta. (EVY)   

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau