Komnas HAM akan Panggil Paksa yang Terlibat Talangsari

Kompas.com - 15/04/2008, 11:57 WIB

JAKARTA, SELASA - Komisi Hak Asasi Manusia kemungkinan akan melakukan pemanggilan paksa, jika pihak-pihak yang dipanggil berkaitan dengan kasus Talangsari menolak memenuhi panggilan tersebut.

Demikian disampaikan anggota komisioner Komnas HAM yang juga Ketua Tim kasus Talangsari Johny Nelson Simanjuntak dalam konferensi pers laporan bulanan di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (15/4).

Sebelum pemanggilan paksa, kata Johny, timnya akan menjalankan sesuai dengan kewenangan yakni menjalankan pemanggilan sampai tiga kali.

"Saat ini kami sedang akan melayangkan pemanggilan ketiga, kalau tidak dipanggil secara paksa," ujarnya. Menurut Johny, Komnas HAM dapat memanggil secara paksa berdasarkan UU 39 tahun 1999.

"Menurut UU, untuk orang-orang yang dipanggil tapi tidak memenuhi panggilan, Komnas HAM dapat membuat permintaan tertulis kepada pengadilan setempat," jelasnya.

Berkaitan dengan perkembangan kasus Talangsari, Johny mengatakan pada April ini, tim kasus Talangsari akan memanggil beberapa orang yang disebut mengetahui kejadian di Talangsari.

"Bulan April ini kalau tidak ada arang merintang kami akan memanggil beberapa orang yang tinggal di luar Jakarta. Mereka adalah orang-orang yang ketika itu disebut mengetahui kejadian itu. Saat ini mereka ada yang masih bekerja sebagai aparat kepolisian dan aparat pemerintah daerah," ujar Johny.

Selain itu bulan Juni nanti, lanjut Johny, timnya akan menuntaskan penyelidikan kasus tersebut. Hasil penyelidikan ini akan dibawa ke rapat pleno Komnas HAM dan kemudian diserahkan ke Kejaksaan Agung. (DIV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau