Wall Street Menguat

Kompas.com - 16/04/2008, 07:50 WIB

NEW YORK,SELASA - Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, Selasa (15/4) sore waktu setempat (Rabu pagi), setelah investor menghadapi data indikator ekonomi AS yang beragam, termasuk reboundnya indeks manufaktur New York, tanda-tanda kenaikan inflasi dan laporan keuangan triwulanan pertama. Pasar juga mengawasi melambungnya harga minyak dunia, yang mencapai rekor 114 dollar AS per barrel,

Indeks saham-saham blue-chip Dow Jones Industrial Average ditutup naik 60,41 poin atau 0,49 persen pada 12.362,47. Indeks komposit Nasdaq meningkat 10,22 poin atau 0,45 persen menjadi 2.286,04 dan indeks Standard & Poor’s 500 menguat 6,11 poin atau 0,46 persen menjadi  ditutup pada 1.334,43.

Berlanjutnya kekhawatiran ekonomi karena melambungnya harga energi dan pangan memicu harga penjualan kulakan naik lebih besar dari perkiraan, 1,1 persen pada Maret di tengah memuncaknya kekhawatiran tentang percepatan laju inflasi.

Laporan bulanan departemen tenaga kerja menunjukkan indeks harga produsen  menunjukkan kenaikan lebih cepat dari perkiraan sebagian besar analis. "Harga kulakan sedang meningkat dan konsumen diperkirakan akan lebih terguncang di super market dan stasiun gas," kata Joel Naroff, presiden Naroff Economic Advisors.
    
Sebagian besar ekonom yakin  the Federal Reserve lebih asyik dengan pelambatan pertumbuhan ekonomi daripada risiko inflasi saat ini, terutama kecemasan akan memasuki resesi pada paruh pertama tahun ini.

Para investor juga menyambut gembira laba terakhir Johnson & Johnson. Produsen perawatan kesehatan global ini melaporkan penjualannya pada kuartal pertama mencapai 16,2 miliar dollar AS.

Sahamnya berakhir turun 0,1 persen pada 65,65 dollar AS karena perusahaan mendukung meluasnya kekhawatirann tentang laba perusahaan yang tertekan oleh pelambatan pertumbuhan ekonomi AS. Beberapa bank besar akan merilis laba kuartal pertama mereka  pada hari-hari mendatang, dan para analis mengatakan neraca keuangan mereka masih diwarnai kerugian terkait "mortgage".

Pasar juga menyambut rencana merger dua perusahaan penerbangan AS, Delta Air Lines dan Northwest Airlines senilai 18 miliar dollar AS.

Kedua perusahaan penerbangan AS itu mengumumkan proposal transaksi mereka  akhir Senin dan mengatakan merger tersebut akan menciptakan maskapai penerbangan terbesar di dunia jika disetujui oleh regulator dan para pemegang saham.

Maskapai penerbangan ketiga dan keempat terbesar AS itu berencana menggabungkan perusahaannya di bawah nama Delta, karena  maskapai penerbangan di seluruh dunia bersaing untuk mengatasi meroketnya harga bahan bakar minyak.

Saham Delta berakhir turun 12,6 persen pada 9,16 dollar AS, sementara saham Northwest berakhir turun 8,4 persen menjadi 10,28 dollar AS.
    
Saham-saham Eropa juga menguat pada Selasa. Di London, indeks FTSE 100 naik 1,29 persen menjadi 5.906,90 poin. Di Paris, indeks CAC 40 naik 0,30 persen menjadi 4.780,68 poin sementara di Frankfurt indeks Dax naik 0,47 persen menjadi 6.585,05 poin. (AP/ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau