Sukuk Bisa Gantikan SUN Konvensional

Kompas.com - 16/04/2008, 08:22 WIB

JAKARTA,RABU - Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk diyakini akan bisa menggantikan Surat Utang Negara (SUN) konvensional sebagai tulang punggung pembiayaan defisit anggaran ke depan.. "Jelas mungkin karena selain struktur sukuk yang lebih baik dari SUN konvensional, sukuk juga ditunggu investor Timur Tengah. Saya yakin begitu Indonesia menerbitkan sukuk, langsung terjadi perpindahan petrodoLlar dari bank-bank investasi di Wall Street ke Indonesia," kata Sofyan S Harahap, Direktur Program pascasarjana "Islamic Economics and Finance" Trisakti, seperti dikutip Antara.

Menurutnya, struktur sukuk yang sangat transparan, baik underlying asset, penghitungan bagi hasil, maupun proyek yang dibiayai, akan membuat obligasi yang ditargetkan segera terbit pascapengesahan UU SBSN lebih baik dari SUN konvensional. "Ini tidak seperti SUN konvensional yang masih banyak diwarnai spekulasi," jelasnya.
    
Ditambahkannya, proyek yang bisa dibiayai sukuk sangat banyak di Indonesia, seperti Jembatan Selat Sunda, dan proyek infrastruktur lainnya sehingga lebih bisa mencapai tujuan pembangunan nasional. Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan, pihaknya optimis pengesahan UU SBSN akan menjadi salah satu tonggak bersejarah bagi perkembangan pasar ekonomi syariah di Indonesia, dari yang saat ini memiliki pangsa pasar sangat kecil. "Untuk meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah, pemerintah bisa mengkonversi Bank BRI sebagai bank syariah karena mereka sudah banyak berkecimpung di sektor riil," katanya.

Dengan demikian, katanya, perbankan syariah akan lebih bisa mencapai masyarakat kecil dibanding perbankan konvensional. "Jika perbankan konvensional hanya sebagian dana masyarakat yang kemudian disalurkan ke sektor riil, maka perbankan syariah bisa 100 persen," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau