Enam Jam Terjebak Macet

Kompas.com - 16/04/2008, 09:16 WIB

JAKARTA, RABU-Jalan Raya Kalimalang dekat kawasan Perumahan Cipinang Indah I dan II, Jakarta Timur, macet total selama kurang lebih enam jam, Selasa (15/4). Banyak karyawan yang terjebak kemacetan itu memilih pulang dan batal berangkat ke tempat kerja.

Penyebab kekacauan lalu lintas itu antara lain sebagian ruas jalan tersebut dipenuhi mobil milik para penghuni perumahan Cipinang Indah. Alasan pemilik kendaraan memarkir di jalan karena kawasan perumahan elit itu kebanjiran. Kemacetan tersebut mengakibatkan kendaraan dari arah Cawang menuju Bekasi dan sebaliknya tidak bisa bergerak. Pengendara motor memilih jalur alternatif juga macet. "Gila nih, telat dah gua," ucap seorang pengendara motor sambil membuka kaca helmnya.

Beberapa polisi berusaha mengatur lalu lintas, tapi tidak berpengaruh. Kemacetan bertambah parah. Para pengendara yang tidak mau berjam-jam terjebak macet, memilih balik arah, mencari jalan alternatif.

"Macetnya gara-gara banjir. Banyak kendaraan pribadi dari perumahan Cipinang Indah diparkir di jalan raya. Macetnya bukan dari pagi tapi sudah terjadi sejak malam," ucap Kelik (25), pengojek yang tinggal di Cipinang Bali RT 01/03, Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Perumahan Cipinang Indah I masuk wilayah Kecamatan Jatinegara sedangkan Cipinang Indah II berada di wilayah Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit.

"Para pengendara dari arah Rutan Pondok Bambu juga kena macet karena kendaraan dari Pangkalan Jati juga mencari jalur lain salah satunya lewat Rutan Pondok Bambu. Setelah lewat perempatan lampu merah Pangkalan Jati ke arah Buaran - Bekasi sudah nggak macet," papar Kelik.

Musijan, petugas satpam Perumahan Cipinang Indah II, mengatakan bahwa sejak Senin pukul 21.00 para penghuni perumahan itu membawa keluar mobilnya dan memarkirnya di pinggir Jalan Raya Kalimalang. "Di Cipinang Indah II ada 200 KK. Ya kira-kira ada 500 mobil yang diparkir di luar," tuturnya.

Sejak Senin pukul 21.00 banjir yang berasal dari luapan Kali Sunter merambah perumahan Cipinang Indah I dan II. Malam itu ketinggian banjir mencapai satu meter. Warga ketar-ketir dan bergegas memarkirkan mobilnya di depan gerbang perumahan. "Warga trauma dengan banjir besar 2002 dan Februari 2007," kata Musijan.

Pantauan Warta Kota, kemarin siang masih banyak genangan di perumahan Cipinang Indah I dan II. Menjelang pukul 13.00, Jalan Kalimalang tidak kacau lagi. Kondisi itu karena kendaraan yang diparkir di pinggir jalan dipindahkan dan para pengendara yang terjebak macet memilih pulang.

"Saya dari Lippo Cikarang mau ke Jatinegara, di depan Cipinang Indah kena macet. Saya telepon kantor bakal telat datang," tutur Bowo Rudi Yanto, warga Perumahan Galaxy, Bekasi, yang memilih jalan alternatif.

Banjir juga melanda RW 03 Cipinang Bali. Sampai Selasa siang aliran Kali Sunter yang melintasi pemukiman itu masih terlihat cukup deras. (Warta Kota/Ded)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau