Banyak Kartu Pemilih di Sumut Tak Bertuan

Kompas.com - 16/04/2008, 13:28 WIB

MEDAN, RABU-Selain rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, persoalan makin bertambah saat ditemukan banyak kartu pemilih tak bertuan. Jumlahnya di masing-masing te mpat pemungutan suara (TPS) bisa mencapai 20 persen dari total daftar pemilih yang ada TPS tersebut.

Di TPS I Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas Kota Medan, dari 582 pemilih ditemukan 125 kartu pemilih dan formulir C6 atau formulir panggilan mem ilih yang tak jelas siapa pemiliknya. Menurut Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS I Kelurahan Harjosari II Zulkifly Ginting, KPPS sempat kebingungan mengedarkan kartu pemilih dan formulir C6 tersebut. "Setelah kami datangi ke alamat yang tertera di kartu pemilih ternyata orangnya sudah enggak bertempat tinggal lagi di sana. Ada juga orang yang meninggal ternyata masih dibagi kartu pemilih," katanya.

Zulkifly sempat menunggu kemungkinan munculnya orang-orang yang namanya tertera di kartu pemilih tersebut hingga pukul 06.00 atau satu jam sebelum pemungutan suara dimulai, Rabu (16/4). "Sebenarnya dari semalam kami tunggu, ternyata tetap juga enggak ada yang datang untuk mengambil kartu pemilih ini," katanya.

Kartu pemilih dan formulir C6 tak bertuan juga ditemukan di TPS III Kelurahan Harjosari II. Menurut Ketua KPPS TPS III Kelurahan Harjosari II Washington Simbolon, dari jumlah pemilih sebanyak 582 orang, ditemukan 150 kartu pemilih tak bertuan. "Saya enggak tahu apa benar data ini sudah dimutakhirkan oleh KPU. KPPS selama ini memang tak pernah dilibatkan dalam pemutakhiran data," katanya.

Ketua KPU Medan Nelly Armayanti beralasan, banyaknya kartu pemilih tak bertuan ini karena human error. "Kadang petugas pemutakhiran ini tak tahu sistem komputer, sehingga jika terjadi salah satu titik pun datanya bisa berubah," katanya.

Nelly membantah jika PPS (petugas pemungutan suara) tak melakukan pemutakhiran data. Nelly malah mengatakan, masih banyaknya kartu pemilih tak bertuan ini bisa ditoleransi. "Jangan dilihat hasilnya, tetapi lihat bagaimana proses kami melakukan pemutakhiran data," ujanrya.

Namun Gubernur Sumut Rudolf Pardede yang melakukan inspeksi mendadak di beberapa TPS mengakui, jika memang terjadi kasus banyaknya kartu pemilih tak bertuan, maka KPU harus bertanggung jawab karena mereka yang melakukan pemutakhiran data pemilih. (BIL)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau