Infus Gizi Atasi Letih Lesu

Kompas.com - 16/04/2008, 17:06 WIB

FRUSTASI mendera Pamela Hirt. Nyeri dan rasa sakit yang kerap mendera kepalanya membuat hidupnya menjadi tidak nyaman. Wanita usia 48 tahun warga Orange, Conneccticut, Amerika Serikat ini belum tahu juga apa yang dialaminya. Rasa lelah, insomnia dan nyeri yang menetap atau terus menerus di tangan dan kakinya menetap terasakan meski sudah pergi ke dokter. Sampai akhirnya seorang ahli rematologi mengatakan bahwa apa yang dialaminya disebut fibromyalgia.

Meski sudah ketahuan apa penyakitnya, kemajuan belum juga tampak. Bahkan meski desainer berputra tiga ini juga sudah diberi obat antidepresan oleh sang dokter. Dokter juga merekomendasikan agar Pamela melakukan latihan fisik, obat anti peradangan. Namun tetap saja tidak ada perubahan berarti.

Seorang teman akhirnya memberitahukan bahwa ada seorang dokter dan direktur dari Integrative Medicine Center di Griffin Hospital di Derby, Connecticut yang mungkin bisa menolongnya.

Pikirnya, setelah lima tahun baru mendengar ada dokter yang bisa memberinya harapan. Pada pertemuan pertamanya, dokter yang bernama David Katz ini memberi rekomendasi Pamela untuk menjalani terapi yang disebut intravenous micronutrient therapy atau IVMT.

Katz memang tidak memberi janji apapun, namun membuat janji pertemuan untuk minggu ke depan. Pamela mengatakan, “Hasilnya, cukup cepat terasakan,” jelasnya. Sehari setelah terapi pertama, Pamela bangun tidur dan menjalani aktivitas rutinnya. Biasanya di pagi hari ini, Pamela bakal menderita sekali karena kambuh. Namun, kali ini “Saya duduk di dapur sambil minum kopi dan tiba-tiba saya menyadari bahwa saya tidak merasakan sakit apapun,” ujarnya “Ajaib.”

Sekarang, sama seperti delapan juta penduduk Amerika Serikat lain harapan untuk sembuh dari kondisi yang disebut fibromyalgia terbuka. Kondisi yang ditandai dengan rasa nyeri, sakit, kaku, sulit tidur, dan kelelahan juga dialami oleh banyak orang. Juga di Indonesia.

Tidak ada yang tahu secara pasti apa yang menyebabkannya. Biasanya dokter hanya akan memberi rekomendasi perawatan campuran, dengan obat juga merubah gaya hidup, meksi tidak selalu berhasil menyelesaikan masalah.

20 tahun terakhir ini di beberapa klinik alternatif menggunakan terapi yang disebut IVMT ternyata dapat menyelesaikan masalah ini. Katz adalah seorang ahli penyakit dalam dan telah menggunakan metode ini pada ratusan pasien fibromylagia, juga kelelahan akut dengan IVMT. Katz menemukan bahwa 80 persen metode IVMT berhasil mengatasi persoalan-persoalan ini. “Memang tidak selalu langsung sembuh. Beberapa sembuh dengan cara bertahap setelah empat sampai lima kali perawatan,” jelas Katz.

Lalu, apa sih sebenarnya IVMT? MT sendiri merupakan kependekan dari micronutrient therapy. Dalam hal ini kombinasi dosis tinggi vitamin dan mineral diberikan seperti vitamin B kompleks, C, magnesium, dan kalsium.

Formula ini merujuk pada apa yang pernah dibuat seorang dokter dari Baltimore, America Serikat, John Myers, sebagai “Myer's cocktail” yang mengenalkan terapi ini pada tahun 1960-1970 sebagai terapi untuk mengatasi kelelahan, depresi dan nyeri dada.

Lalu, IV merupakan kependekan dari intravenous yang artinya mikornutrisi ini dimasukkan ke dalam tubuh dengan infus lewat pembuluh darah sehingga pelan-pelan tubuh pasien dapat menyerap konsentrasi vitamin yang jumlahnya lebih banyak dibanding bila dikonsumsi lewat oral atau diminum.

Sayang, tak ada yang tahu bagaimana Myer sampai pada kombinasi spesifik ini karena dia tidak mempublikasikan hasil karyanya. Meski begitu, dari berbagai pasien yang pernah mengalami terapi IVMT, mengatakan bahwa terapi ini cukup efektif.

Setelah meninggal tahun 1984, riset atas terapi ini dilakukan oleh Alan Gaby seorang dokter dari Baltimore dan mulai diperkenalkan di seluruh dunia. Menurut Katz, terapi ini tidak bisa berlaku bagi setiap orang. Mereka yang menderita gangguan darah seperti hemofilia, penyakit ginjal, gagal jantung kongestif tidak diperkenankan menjalani terapi ini. Mereka bakal bereaksi negatif terhadap terapi ini akibat kelebihan cairan.

Dalam kebanyakan kasus, terapi yang hanya berlangsung 15 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit ini biasa diberikan delapan kali perawatan setiap minggu. Bisa jadi, gejala muncul kembali dan penderita dapat menjalani terapi ini kembali.

Meski para dokter yang menggunakan terapi ini belum bisa menjelaskan dengan komplit kenapa IVMT bisa berhasil, beberapa ilmuwan percaya bahwa konsentrasi tinggi mikronutrisi dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi kerusakan akibat radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh, meningkatkan kualitas membran sel, dan meningkatkan prouksi energi sel.

Katz sendiri berhipotesis. Dia percaya bahwa gizi yang kita konsumsi ini membantu pembuluh darah melebar lebih efektif, mendorong aliran darah sehingga lebih lancar menuju ke otot. Tanpa suplai darah yang cukup, otot-otot akan kelaparan oksigen. Karbondioksida dan beberapa racun potensial lain dapat menumpuk di jaringan dan menyebabkan nyeri serta sakit.

“Kami tahu bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengurangi fibromyalgia karena latihan fisik meningkatkan aliran darah.” jelas Katz. Dan teori ini menurut Katz menjelaskan kenapa wanita lebih sering mengalami kondisi ini, karena pembuluh darahnya lebih kecil dibanding pria.

Source : Alternative Medicine

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau