Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho
JAKARTA, RABU-Salah satu alasan penarikan Tabloid SBY adalah karena memasang karikatur yang mirip Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto yang uzur dan pesakitan serta karikatur yang mirip Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang terbang bak nenek sihir dengan sapu terbang.
Kedua karikatur ini ditempatkan di rubrik Obrolan Warung Kopi dengan judul "Apa yang Kamu Cari Palupi?" Dalam obrolan yang naskahnya disusun staf khusus Presiden Suilo Bambang Yudhoyono, Sardan Marbun itu, dipaparkan mengenai angin surga yang disampaikan dua tokoh karikatural itu, yaitu berupa janji-janji melulu untuk mengejar kekuasaan. "Makanya hati-hati dan harus selalu waspada sewaktu dengar penjual obat atau iklan kecap yang mengaku nomor wahid," ujar salah satu tokoh dalam obrolan itu menyimpulkan.
Seperti diketahui, Wiranto dan Megawati adalah dua orang tokoh yang paling sering melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden SBY. Wiranto kerap menyoroti masalah kemiskinan yang semakin bertambah, sementara Megawati menjuluki pemerintahan SBY sebagai pemerintahan "poco-poco"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang