Laporan wartawan Radio SONORA, Rico
JAKARTA, RABU - DPP PPP meminta KPK memperjelas kronologis penangkapan Al Amin Nasution. Menurut Sekjen PPP, Irgan Chairul terdapat beberapa kejanggalan terkait penangkapan Al Amin.
Pertama, uang yang dijadikan bukti oleh KPK tidak sangat signifikan baik jumlahnya maupun darimana asalnya. Misalnya, uang 3,9 juta bentuknya receh, ditemukan dalam kantong, tidak dalam satuan atau ikatan. Ia mengutip pengakuan Al Amin bahwa uang tesebut merupakan uang reses Al Amin sebagai anggota DPR. Seemntara uang 67 juta menurut Irgan adalah hasil pinjaman dari Ketua Komisi IV DPR.
Hal lain yang tidak pas, ungkap Irqan, adalah locus delicti atau tempat terjadinya penangkapan. Apalagi, kata KPK Amin tertangkap tangan. Yang jelas, banyak pemberitaan yang beredar menyatakan Al Amin tertangkap di kafe. Ada yang bilang di kamar hotel, basement, tempat parkir dan di mobil. "Ini juga belum jelas sama sekali," jelas Sekjen. Jadi PPP minta kejelasan dari KPK melalui anggotanya di DPR mengenai penangkapan ini.
Menanggapi posisi Al-Amin Nasution sebagai ketua DPW PPP Jambi Irgan menegaskan, PPP sudah mengganti Al-Amin Nasution dengan Hj. Nusmirwan selaku pelaksana tugas Ketua Wilayah DPW PPP Jambi. Keputusan penggantian Al Amin dibicarakan melalui rapat harian pengurus DPW Jambi bersama ketua umum PPP Surya Dharma Ali, 14 April lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang