Peluang Irene Menipis

Kompas.com - 17/04/2008, 19:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Peluang MIW Irene Kharisma untuk meraih norma pertama grandmaster menipis pada hari ketiga Turnamen Grandmaster Wanita, Kamis (17/4), di Gedung Piramid, Senayan, Jakarta. Hingga hari ketiga kejuaraan, ia baru mengumpulkan nilai 1,5 dari empat babak yang sudah dijalaninya.

Pada babak keempat, Kamis pagi, Irene dikalahkan WGM Jana Krivec. Kekalahan ini menyusul kekalahan yang dialami Irene saat berhadapan dengan WGM Regina Pokorna, Rabu (16/4) sore.

Babak kelima yang digelar Kamis sore masih berlangsung saat berita ini diturunkan. Pada Rabu pagi, Irene mendulang poin setengah setelah bermain remis dengan Catherine Perena. Poin penuh satu diraih Irene saat melawan WFM Thandar Aye Win, Selasa (15/4).

Humas Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia, Kristianus Liem, mengatakan, peluang Irene berat karena untuk bisa meraih norma pertama grandmster wanita, Irene kini harus memenangi lima babak tersisa pada Jumat (18/4) hingga Minggu (20/4).

Norma pertama grandmaster wanita diperoleh Irene di turnamen ini jika ia bisa mengantongi nilai 6,5. Norma itu merupakan syarat yang harus dipenuhi Irene agar bisa mendapat gelar grandmaster wanita.

Menurut Kristianus, Irene seharusnya bisa mengantongi nilai setengah saat melawan Pokorna. Turnamen Grandmaster Wanita merupakan bagian dari perhelatan catur terbesar di Tanah Air, JAPFA Chess Fesival. (ATO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau