Adam Air Masih Diberi Peluang Beroperasi

Kompas.com - 17/04/2008, 19:16 WIB

PURWOREJO, KAMIS - Maskapai penerbangan Adam Air masih diberi peluang untuk kembali beroperasi. Kesempatan itu dapat diperoleh jika manajemen mampu melakukan pembenahan diri selama jangka waktu tiga bulan.

Dalam hal ini, Adam Air harus melakukan perubahan strategi bisnis, perombakan manajemen khususnya menyangkut para pemegang saham, ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, saat ditemui di sela-sela acara panen perdana padi Super Toy HL- 2 di Desa Grabag, Kecamatan Grabag yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri, Rabu (17/4)

Keputusan untuk memberi peluang ini, sudah dibicarakan Erman dengan Menteri Perhubungan Jusman Sjafeii Djamal. Seperti sempat diberitakan sebelumnya (Kompas, 9/4), izin rute Adam Air sudah dicabut oleh Departemen Perhubungan. Namun, jika pembenahan diri d apat dipenuhi dalam tenggang waktu tersebut, maka izin itu akan kembali diberikan.

Menurut Erman, keputusan ini sengaja diambil agar industri penerbangan di Indonesia tidak habis, dan dapat terus eksis. Lebih jauh lagi, keberadaan perusahaan tersebut masih sangat diperlukan demi menjamin kelangsungan hidup para karyawannya.

"Tentu saja, kami sangat berharap agar jangan sampai terjadi PHK," ujarnya. Selain itu, Erman mendesak agar gaji 3.000 karyawan Adam Air, segera dibayar. Gaji para karyawan tersebut belum terbayar sejak bulan Maret.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau