PURWOREJO, KAMIS - Maskapai penerbangan Adam Air masih diberi peluang untuk kembali beroperasi. Kesempatan itu dapat diperoleh jika manajemen mampu melakukan pembenahan diri selama jangka waktu tiga bulan.
Dalam hal ini, Adam Air harus melakukan perubahan strategi bisnis, perombakan manajemen khususnya menyangkut para pemegang saham, ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, saat ditemui di sela-sela acara panen perdana padi Super Toy HL- 2 di Desa Grabag, Kecamatan Grabag yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri, Rabu (17/4)
Keputusan untuk memberi peluang ini, sudah dibicarakan Erman dengan Menteri Perhubungan Jusman Sjafeii Djamal. Seperti sempat diberitakan sebelumnya (Kompas, 9/4), izin rute Adam Air sudah dicabut oleh Departemen Perhubungan. Namun, jika pembenahan diri d apat dipenuhi dalam tenggang waktu tersebut, maka izin itu akan kembali diberikan.
Menurut Erman, keputusan ini sengaja diambil agar industri penerbangan di Indonesia tidak habis, dan dapat terus eksis. Lebih jauh lagi, keberadaan perusahaan tersebut masih sangat diperlukan demi menjamin kelangsungan hidup para karyawannya.
"Tentu saja, kami sangat berharap agar jangan sampai terjadi PHK," ujarnya. Selain itu, Erman mendesak agar gaji 3.000 karyawan Adam Air, segera dibayar. Gaji para karyawan tersebut belum terbayar sejak bulan Maret.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang