Amerika, Musim Flu Terburuk

Kompas.com - 18/04/2008, 04:03 WIB

TAHUN ini musim flu mewabah dengan ganas dan paling buruk selama empat tahun terakhir ini, apalagi vaksin yang sekarang ada tidak lagi ampuh melawan virus yang menyebabkan banyak orang sakit. Demikian ungkap pejabat kesehatan setempat di Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (17/4) waktu setempat.

Tahun 2007-2008 musim berlalu begitu lambat, memuncak di pertengahan Februari dan tampaknya mulai menurun, meski kasus-kasus masih ada yang muncul, demikian lapor Centers for Disease Control and Prevention (CDCP).

Berdasar kematian orang dewasa akibat flu dan pneumonia, musim ini merupakan musim yang paling buruk sejak 2003-2004. Masa ini merupakan masa buruk dimana vaksin juga tidak mempan menghalau flu penyebab munculnya banyak penyakit.

Setiap tahun, pejabat kesehatan terkait-membuat prakiraan ilmiah penting--memformulasi sebuah vaksin melawan tiga virus yang bakal bersirkulasi. Mereka mengira, sebagian besar masa, vaksin ini kerap efektif hingga 70-90 persen. Namun, tahun ini, dua dari tiga strain tidak terlalu cocok dan vaksin hanya bisa efektif sekitar 44 persen. Demikian hasil penelitian yang diungkapkan di Marshfield, Wisconsin.

CDC membandingkan musim flu dengan melihat kematian pada orang dewasa akibat flu atau pneumonia di 122 kota. Tahun ini, kematian-kematian itu memuncak hingga 9 persen dari seluruh laporan di awal Bulan Maret dan meningkat mencapai ambang epidemi selama 13 minggu. Pada periode 2003-2004, puncaknya melebihi 10 persen dari seluruh kematian dan mencapai epidemi hingga sembilan minggu.

"Musim flu yang terjadi pada kita ini memang tidak begitu tinggi tetapi berlangsung lama," jelas Dr. Dan Jernigan, Wakil Direktur CDC Divisi Influenza.

Kematian anak merupakan musim flu yang bisa diperbandingkan. Sejauh ini, tahun ini 66 anak meninggal termasuk 46 yang tidak divaksin. Di tahun 2003-2004, 153 anak meninggal.

CDC mulai bekerja tahun ini dengan Klinik Marshfield di Pusat Wisconsin untuk mendapatkan vaksin yang efektif dan tepat meski musim flu ini masih terus berlangsung. Hampir seluruh populasi mendatangi klinik untuk mendapatkan vaksinasi dan rekam medis elektronik.

Tahun ini, tipe virus A H3N2 strain Brisbane yang belum ada vaksin termasuk yang bertanggung jawab atas semua penyakit flu yang muncul. Data Marshfield menunjukkan bahwa vaksin tidak bekerja dengan baik melawan virus tipe B dan 58 persen efektif melawan virus Brisbane.

Jernigan menyatakan bahwa beberapa orang mungkin tidak lagi percaya dengan vaksin flu dan bakal menghindarinya tahun depan. Namun, dia memberi catatan, saat vaksin tidak lagi cocok, vaksin ini masih memberi perlindungan sekitar 44 persen.

Penelitian Marshfield dan perkembangan flu ini telah dipublikasikan minggu ini di sebuah media milik CDC, Morbidity and Mortality Report.

Source: AP

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau