PDIP Siap Rebut Kursi Gubernur Kaltim

Kompas.com - 18/04/2008, 09:22 WIB


BALIKPAPAN - Rapat Koordinasi (Rakor) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membahas kesiapan partai menghadapi Pilgub Kaltim dan Pemilu 2009 digelar di Sekretariat DPC PDIP Balikpapan, Rabu (16/4) malam.

Dalam rakor, Ketua DPD PDIP Kaltim Emir Moeis menantang kesiapan kader PDIP untuk memenangkan pilgub dan membawa pasangan Nusyirwan Ismail-Heru Bambang duduk pada tampuk kursi nomor satu Kaltim.

"Tanpa bantuan dan kesiapan rekan-rekan, PDIP tak akan bisa memenangkan pertarungan akbar ini. Kemenangan dalam pilgub akan membuat kita lebih percaya diri
(pede), mesin partai akan lebih mudah bergerak untuk Pemilu 2009. Siap memenangkan Pilgub Kaltim?," tanya Emir kepada ratusan kader dan simpatisan PDIP.

Tantangan Panitia Anggaran DPR RI ini pun dijawab dengan kata siap secara serentak.
Hadir dalam rakor kemarin, calon gubernur yang diusung PDIP, Nusyirwan Ismail dan istri, Ketua DPC PDIP Balikpapan Tohari Azis, anggota DPRD Balikpapan Agus Santoso,

Ketua Bidang Kepemudaan DPD PDIP Kaltim Sudarno, Ketua DPC PDIP Kukar Rahman Agus dan sejumlah kader PDIP lainnya.  Rakor yang digelar di halaman Sekretariat DPC
Balikpapan ini cukup unik, karena menyajikan makanan, dua rombong penjual bakso keliling dan penjual sate.

"Ini bukti perhatian kami terhadap masyarakat ekonomi menengah ke bawah," tutur Emir.

Dikemukakan, dirinya saat ini dipenuhi beban sangat berat karena dipundaknyalah seluruh tanggung jawab untuk memenangkan Pilgub Kaltim. DPP PDIP memberikan
kepercayaan kepada Emir untuk tidak kalah dalam pertarungan Pilgub Kaltim mendatang. Pasalnya di dua provinsi, yakni Jawa Barat dan Sumatera Utara, dua
kandidat yang diusung PDIP kalah. "Pesan DPP jangan sampai kalah di Kaltim," kata Emir.

Ia menambahkan, kemenangan PDIP di tingkat eksekutif akan memberi kemudahan meraih suara dan menggerakkan simpatisn PDIP untuk Pemilu 2009 mendatang.  "Kinerja DPC-DPC dan jajarannya di tingkat PAC akan dinilai positif. Kita harus optimis bisa menang karena calon kita adalah muka baru dan tidak terlibat masalah korupsi. Untuk menang tentu harus populer, maka mengenalkan kandidat kita dengan cara sosialisasi menampilkan wajahnya, maupun getok tular kepada
masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC PDIP Balikpapan Tohari Azis menyatakan kesiapan mesin partai. DPC telah melakukan rekrutmen dan kaderisasi. Terkait pilgub, DPC juga telah merekrut saksi di TPS, melatih juru kampanye dan menyiapkan logistik. Telah disiapkan logistik berupa baju kaos, baliho, pin, stiker dan sejumlah pernak-pernik pasangan calon lainnya. (nurlia/tribun kaltim)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau