Karena Berkelahi, Gagal ke Olimpiade

Kompas.com - 18/04/2008, 14:02 WIB

SYDNEY, JUMAT - Perenang Nick D'Arcy dicoret dari tim renang Australia ke Olimpiade Beijing setelah berkelahi dengan sesama perenang.

D'Arcy dituduh melakukan penganiayaan dalam perkelahian dengan perenang mantan juara persemakmuran Simon Cowley. Perkelahian ini menyebabkan Cowley mengalami cedera pada kepalanya.

Perkelahian terjadi bulan lalu, hanya beberapa saat setelah D'Arcy terpilih masuk dalam tim olimpiade ke Beijing setelah menang di nomor 200 meter gaya kupu-kupu.

Komite olimpiade Australia (AOC) melalui presidennya John Coates mempersilakan D'Arcy untuk mengajukan banding atas hukuman yang diterimanya. "Ini merupakan keputusan yang sulit," kata Coates.  "Namun tuduhan kriminal yang diterima D'Arcy membuat kami dalam situasi yang tidak menyenangkan."

“Saya memutuskan keikuitsertaan Nicholas (d'Arcy) di tim Olimpiade 2008  Australia dibatalkan. Saya sudah memberitahukan keputusan tersebut pagi ini melalui surat pribadi."

D’Arcy merupakan pemegang rekor 200 meter kupu-kupu persemakmuran  dengan catatan waktu 55.10 detik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau