Wapres: Soal Kenaikan BBM, Tunggu Sampai Juli

Kompas.com - 18/04/2008, 14:42 WIB

Laporan Wartawan Kompas, Suhartono

JAKARTA,JUMAT - Sekalipun dalam beberapa hari ini harga minyak mentah dunia melejit sampai 115 dollar AS per barrel, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan supaya biarkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2008 yang baru ditetapkan bersama pemerintah dan DPR berjalan dulu. "Memang, dalam UU APBN-P 2008 itu, pemerintah diberikan keleluasaan-keleluasaan untuk mengambil satu tindakan untuk melakukan penyesuaian dalam APBN-P tersebut. Akan, tetapi, sekarang ini, kan masih ada waktu untuk penyesuaian-penyesuaian apabila memang dibutuhkan penyesuaian tersebut," tandas Wapres Kalla, saat ditanya pers, seusai sholat Jumat (18/4) siang di Mesjid di kompleks Istana Wapres, Jakarta.

Menurut Wapres, harga minyak mentah sekarang ini sudah di atas harga asumsinya di APBN-P 2008 sebesar 95 dollar AS per barrel. Namun, masih ada waktu beberapa bulan ke depan untuk penyesuian harga dan besaran APBN-P 2008. "Masih ada waktu Juni dan Juli. Kita lihat lagi perkembangannya seperti apa. Kan, (pelaksanaannya) ini, masih baru. Tentu, itu, akan dibahas lebih lanjut langkah-langkah untukmengatasinya," tambah Wapres.

Tentang lifting minyak yang diragukan akan tercapai, Wapres Kalla mengatakan bahwa pemerintah berharap jumlah produksi minyaknya tercapai seperti diasumsikan dalam APBN-P 2008 yaitu 926 juta barrel per hari. "Dengan asumsi yang tinggi, kita harapkan itu berjalan sesuai dengan perencanaan sehingga seperti Cepu, Chevron dan Dumai dan lainnya berjalan lancar produksinya, dengan iklim yang baik, tidak ada demo dan sebagainya, target itu bisa tercapai," lanjut Wapres.

Wapres juga menjanjikan akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia dan lifting minyak Indonesia untuk segera diambil tindakan pemerintah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau