Laporan Wartawan Kompas, Suhartono
JAKARTA,JUMAT - Sekalipun dalam beberapa hari ini harga minyak mentah dunia melejit sampai 115 dollar AS per barrel, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan supaya biarkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) 2008 yang baru ditetapkan bersama pemerintah dan DPR berjalan dulu. "Memang, dalam UU APBN-P 2008 itu, pemerintah diberikan keleluasaan-keleluasaan untuk mengambil satu tindakan untuk melakukan penyesuaian dalam APBN-P tersebut. Akan, tetapi, sekarang ini, kan masih ada waktu untuk penyesuaian-penyesuaian apabila memang dibutuhkan penyesuaian tersebut," tandas Wapres Kalla, saat ditanya pers, seusai sholat Jumat (18/4) siang di Mesjid di kompleks Istana Wapres, Jakarta.
Menurut Wapres, harga minyak mentah sekarang ini sudah di atas harga asumsinya di APBN-P 2008 sebesar 95 dollar AS per barrel. Namun, masih ada waktu beberapa bulan ke depan untuk penyesuian harga dan besaran APBN-P 2008. "Masih ada waktu Juni dan Juli. Kita lihat lagi perkembangannya seperti apa. Kan, (pelaksanaannya) ini, masih baru. Tentu, itu, akan dibahas lebih lanjut langkah-langkah untukmengatasinya," tambah Wapres.
Tentang lifting minyak yang diragukan akan tercapai, Wapres Kalla mengatakan bahwa pemerintah berharap jumlah produksi minyaknya tercapai seperti diasumsikan dalam APBN-P 2008 yaitu 926 juta barrel per hari. "Dengan asumsi yang tinggi, kita harapkan itu berjalan sesuai dengan perencanaan sehingga seperti Cepu, Chevron dan Dumai dan lainnya berjalan lancar produksinya, dengan iklim yang baik, tidak ada demo dan sebagainya, target itu bisa tercapai," lanjut Wapres.
Wapres juga menjanjikan akan terus memantau perkembangan harga minyak mentah dunia dan lifting minyak Indonesia untuk segera diambil tindakan pemerintah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang