WASHINGTON, JUMAT - Satu dari lima tentara Amerika yang selamat dari bom Iraq dan Afghanistan mengalami depresi berat, demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh sebuah lembaga peneliti independen. Jumlahnya mencapai lebih dari 300 ribu tentara.
Sebagian besar tentara mengalami kemungkinan kerusakan otak akibat ledakan bom atau mengalami luka di kepala. Hanya separuh dari mereka yang mengalami masalah mental mendapat perawatan.
Ahli bedah angkatan bersenjata, Letjend Eric Schoomaker mengatakan, ia menyambut baik penelitian tersebut. "Penelitian tersebut membantu kami memberi perhatian lebih seperti yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat Amerika," katanya
Seorang peneliti pada lembaga itu mengungkapkan, 18,5 persen tentara atau hampir seperlima yang dihubungi dalam survey tersebut dilaporkan mengalami depresi. Berdasarkan data Pentagon, terdapat sekitar 1,6 juta tentara yang ditugaskan tersebar di dua lokasi pertempuran. Itu berarti, terdapat 300-an ribu tentara yang mengalami masalah gangguan mental ini. (C5-08/AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang