JAKARTA, JUMAT - Pemerintah akan menggelar simulai untuk menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi influenza (flu burung) di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus untuk menguji pelaksanaan Pedoman Nasional Kesiapsiagaan dan Respon dalam Menghadapi Pandemi Influenza (National Pandemic Preparedness and Response Plan/NPPRP) yang diluncurkan pemerintah di Jakarta, Jumat (18/4).
Ketua Pelaksana Harian Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) Bayu Krisnamurthi mengatakan, simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza akan dilaksanakan di desa Dangin Tukadaya di Kabupaten Jembrana, Bali, 25-27 April 2008.
Dokumen NPPRP tersebut disusun Komnas FBPI melalui diskusi panjang dengan para pakar kesehatan nasional dan internasional, perwakilan pemerintah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Kami membuat perkiraan situasi/kondisi pandemi influenza di Indonesia. Bagaimana kalau sudah terjadi penularan dari manusia ke manusia. Ini berarti pandemi sudah terjadi. Kalau terjadi pandemi, apa yang harus dilakukan, makanya dibuat pedoman nasional ini, " kata Bayu.
Skenario kondisi pandemi influenza yang dipakai acuan sebagai berikut: yang akan tertular secara klinis 99 juta jiwa (30 persen populasi Indonesia), perawatan pasien rawat jalan 33 juta jiwa, dirawat di rumah sakit 633.600 jiwa, yang membutuhkan perawatan di Intensif Care Unit 95.040 jiwa, yang membutuhkan dukungan ventilator (alat bantu nafas) sebanyak 47.520 jiwa, dan diperkirakan yang akan meninggal karena pandemi influenza 153.120 jiwa.
Menurut Bayu, skenario tersebut mengacu pada perhitungan tingkat keparahan yang meninggal saat terjadi flu Spanyol 1918 dan flu Asia/flu Hongkong tahun 1968.
Sampai saat ini flu burung di Indonesia baru pada fase tiga, yakni penularan dari unggas ke manusia, belum ada kasus dari manusia ke manusia (fase empat).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang