Akan Dilakukan Simulasi Hadapi Pandemi Influenza

Kompas.com - 18/04/2008, 20:57 WIB

 

JAKARTA, JUMAT - Pemerintah akan menggelar simulai untuk menghadapi kemungkinan terjadinya pandemi influenza (flu burung) di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus untuk menguji pelaksanaan Pedoman Nasional Kesiapsiagaan dan Respon dalam Menghadapi Pandemi Influenza (National Pandemic Preparedness and Response Plan/NPPRP) yang diluncurkan pemerintah di Jakarta, Jumat (18/4).

Ketua Pelaksana Harian Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) Bayu Krisnamurthi mengatakan, simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza akan dilaksanakan di desa Dangin Tukadaya di Kabupaten Jembrana, Bali, 25-27 April 2008.

Dokumen NPPRP tersebut disusun Komnas FBPI melalui diskusi panjang dengan para pakar kesehatan nasional dan internasional, perwakilan pemerintah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Kami membuat perkiraan situasi/kondisi pandemi influenza di Indonesia. Bagaimana kalau sudah terjadi penularan dari manusia ke manusia. Ini berarti pandemi sudah terjadi. Kalau terjadi pandemi, apa yang harus dilakukan, makanya dibuat pedoman nasional ini, " kata Bayu.

Skenario kondisi pandemi influenza yang dipakai acuan sebagai berikut: yang akan tertular secara klinis 99 juta jiwa (30 persen populasi Indonesia), perawatan pasien rawat jalan 33 juta jiwa, dirawat di rumah sakit 633.600 jiwa, yang membutuhkan perawatan di Intensif Care Unit 95.040 jiwa, yang membutuhkan dukungan ventilator (alat bantu nafas) sebanyak 47.520 jiwa, dan diperkirakan yang akan meninggal karena pandemi influenza 153.120 jiwa.

Menurut Bayu, skenario tersebut mengacu pada perhitungan tingkat keparahan yang meninggal saat terjadi flu Spanyol 1918 dan flu Asia/flu Hongkong tahun 1968.

Sampai saat ini flu burung di Indonesia baru pada fase tiga, yakni penularan dari unggas ke manusia, belum ada kasus dari manusia ke manusia (fase empat).

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau