PM Jepang, Tibet Isu Internasional

Kompas.com - 19/04/2008, 16:04 WIB

TOKYO, SABTU - Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda,  berterus-terang menyatakan kepada China, Jumat, bahwa kerusuhan di Tibet sudah menjadi persoalan internasional dan dia mengindikasikan hal tersebut dapat mempengaruhi Olimpiade.
   
Yasuo Fukuda menyatakan hal itu kepada Menteri Luar Negeri China, Yang Jiechi, yang sedang melakukan kunjungan pendahuluan menjelang kedatangan Presiden Hu Jintao ke Jepang pada bulan depan.

"Perdana Menteri Fukuda menyatakan bahwa terdapat keinginan untuk  menghadapi kenyataan bahwa masalah tersebut sudah menjadi persoalan internasional dan bahwa hal itu seharusnya tidak mempengaruhi  Olimpiade," ungkap pernyataan kementerian luar negeri.

"Pihak China diharapkan melakukan semua hal untuk memecahkan persoalan tersebut," tulis pernyataan yang mengutip Fukuda tersebut. China berulang kali menegaskan bahwa masalah di Tibet adalah urusan dalam negerinya.
   
Para pemimpin Tibet di pengasingan mengatakan bahwa penumpasan yang dilakukan China telah menyebabkan lebih dari 150 orang tewas namun  Beijing mengatakan terdapat 20 "perusuh" yang tewas.

Insiden itu membayang-bayangi Olimpiade Beijing yang akan berlangsung bulan Agustus, dan berbagai unjuk rasa mencemari perjalanan internasional obor Olimpiade.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau