Dicopoti Sendiri, Pemasangan Atribut Cagub di Pohon

Kompas.com - 19/04/2008, 20:45 WIB

SEMARANG, SABTU - Para anggota Satuan Tugas Garda Bangsa, organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah, selama dua hari, Sabtu-Jumat (19-18/4), giat merazia atribut gambar pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, Mayjen Purn Agus Soeyitno dan Kholiq Arif yang dipasang di pohon-pohon di semua tepi jalan protokol di berbagai kota di Jawa Tengah. Ini bagian aksi dari komitmen DPW PKB Jateng untuk tidak memasang gambar atau poster pasangan cagub di pohon mana pun.

Ketua Pengurus Wilayah Garda Bangsa Jateng, Hendri Wicaksono menyatakan, pihaknya mendukung kerja Tim Sukses Agus-Kholiq dalam mensosialisasikan pasangan cagub ke masyarakat. Sosialisasi itu dilakukan, baik melalui penggalangan dukungan ke masyarakat maupun pemasangan atribut gambar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Dalam pemasangan atribut, PKB sangat komitmen terhadap lingkungan. Kami telah menghimbau supaya tidak memasang atribut cagub di pohon melalui cara di paku atau ditempel di dahan-dahan pohon pelindung di tepi jalan. Mungkin karena semangatnya tim sukses bekerja, kami kecolongan ada atribut yang terpasang di pohon," kata Hendri Wicaksono.

Dalam aksi razia atribut yang terpasang di pohon-pohon, satgas Garda Bangsa setidaknya menemukan lebih 15 gambar yang sebelumnya terpasang di sejumlah pohon di Kota Semarang. Gambar itu akhirnya dicopoti dan diletakkan pada lokasi yang telah ditentukan tanpa harus merusak pohon.

Calon wakil gubernur yang diusung PKB Jateng, Kholiq Arif menyatakan, pasangan cagub yang maju melalui PKB Jateng pada pemilihan gubernur Jateng pada 2008 yang dijadwalkan berlangsung 22 Juni 2008 bukanlah calon yang memiliki dana besar. Jadi, salah satu upaya menarik dukungan masyarakat di antaranya menarik simpati dengan budaya tertib.

Salah satunya tidak memasang gambar di pohon-pohon yang sejak dua bulan lalu sudah marak banyak pohon di jalan-jalan protokol tertempeli gambar dan atribut pasangan cagub dari partai politik lain. "Bila tertib kampanye tanpa merusak pohon pelindung di tepi jalan, mudah-mudahan Insya Allah kami pun dapat mengembang amanat menjadi pemimpin yang tertib pula jauh dari praktik KKN," kata Kholiq Arif, juga Bupati Wonosobo.

Pemilihan gubernur Jateng 2008 yang kini memasuki tahapan verifikasi kelengkapan berkas dan syarat administrasi oleh Komisi Pemilihan Umum Jateng telah diikuti sebanyak lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Kelima pasangan calon itu terdiri Bambang Sadono-HM Adnan (Partai Golkar), Letjen Purn Bibit Waluyo-Hj Rustriningsih (PDI-P), Mayjen Purn Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB) dan HM Tamzil-Rozaq rais yang diusung koalisi PPP dan PAN serta pasangan Sukawi Sutariup-HM Sudharto yang dijagokan kolaisi PKS dan Partai Demokrat Jateng.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau