JAKARTA, MINGGU- Tujuan Green Festival untuk mengedukasi masyarakat agar cinta lingkungan, ternyata belum sepenuhnya tercapai. Setidaknya, ini dapat dilihat dari pemandangan yang terlihat di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (20/4) siang, tempat acara berlangsung. Sampah berserakan di tempat penjualan makanan dan minuman yang berlokasi di dekat panggung Green Festival.
Tumpukan sampah plastik bekas kemasan makanan dan minuman, juga kertas dan tissue berserakan di sekitar stan penjual makanan. Salah satu Polisi Sampah yang berjaga, Malina dari Sekolah Alam Cikeas mengatakan memang sulit mendorong orang untuk membuang sampah. "Kita di sini bertugas untuk menyadarkan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya, tapi kayaknya belum efektif," katanya.
Menurut Ketua Panitia Nugroho F Yudho, sampah yang berserakan memang menandakan kesadaran masyarakat yang masih minim dalam membuang sampah. "Sebenarnya bukan tempat sampahnya yang kurang, coba kalau dilihat tempat sampah yang ada belum penuh. Kita juga sudah memberi tanda di setiap tempat sampah ada yang organik dan non organik, tapi banyak yang tetap tidak memperhatikan," katanya.
Berkaitan dengan beberapa pedagang makanan dan minuman yang menggunakan plastik, Nugroho menjawab panitia kesulitan dalam mencari restauran yang tidak menggunakan plastik. "Kita kesulitan mencari restauran. Tapi, ada beberapa dari mereka yang menggunakan besek, seperti dari Santika dan juga dari Starbuck yang tidak menyediakan gelas," ujarnya.
Dalam masalah sampah, lanjut Nugroho, pihak panitia bekerja sama dengan Sekolah Alam Cikeas, Gerombolan Peduli Sampah (Gropes) dari Gereja Katolik, dan petugas kebersihan Senayan. "Petugas terus menjalankan tugasnya mengambil sampah, tapi memang perilaku pengunjungnya yang belum membuang sampah pada tempatnya," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang