Kredit Properti, Diprediksi di Atas 25 Persen

Kompas.com - 21/04/2008, 08:34 WIB

Sektor bisnis properti di Surabaya diprediksi tetap menjadi primadona, meski diguncang oleh naiknya harga material bangunan. Dengan alasan itulah, kalangan perbankan optimistis pertumbuhan kredit properti tahun ini bisa melampaui pertumbuhan tahun lalu.

"Rata-rata pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) diprediksi naik 10 persen-15 persen dari rata-rata pertumbuhan pada tahun 2007. Kredit masih akan didominasi oleh segmen pasar menengah ke bawah," ujar Kepala Cabang BTN Surabaya Yunan Harahap, Kamis (17/1) di Surabaya.

BTN sendiri optimistis menetapkan target realisasi KPR baru sebesar 26 persen atau sekitar Rp 260 miliar. Itu berarti lebih tinggi dari realisasi KPR baru selama tahun sebelumnya sebesar Rp 196 miliar. Total outstanding kredit BTN Surabaya sampai saat ini telah mencapai Rp 780 miliar di mana 60 persennya merupakan kredit komersial, sedangkan 40 persen lainnya kredit bersubsidi. Usulan kenaikan harga rumah sederhana sehat pada tahun 2008 dari Rp 49 juta per unit menjadi Rp 55 juta - Rp 57 juta per unit, menurut dia, berpeluang untuk menaikkan realisasi kredit.

Secara terpisah, Vice President Pusat Bisnis Kredit Komsumtif PT Bank Mandiri Kanwil VIII Surabaya Djoko Yoewono mengatakan, dari beberapa jenis kredit konsumtif yang ditawarkan perbankan, KPR masih memiliki pasar yang prospektif. Bisnis properti diperkirakan berpeluang besar untuk tumbuh pesat mengingat rumah merupakan
kebutuhan dasar bagi masyarakat.

Bank Mandiri Kanwil Surabaya mencatat portofolio KPR selama 2007 mengalami pertumbuhan di atas 50 persen. KPR memberi kontribusi sebesar 70 persen dari total realisasi kredit konsumtif sebesar Rp 1,178 triliun.

Kerja sama
Di tahun 2008 diharapkan pertumbuhan KPR akan lebih tinggi. Untuk itu Mandiri berencana memperluas kerja sama dengan para pengembang. Jika saat ini sedikitnya 57 pengembang sudah menandatangani kontrak kerja sama, ditargetkan pada tahun ini akan bertambah sekitar 18-20 pengembang lagi.

Daerah yang digarap pun diperluas, tidak hanya Surabaya dan Sidoarjo, tetapi juga mulai merambah Malang dan Jember. Bank Mandiri juga mulai menggarap kredit apartemen untuk menangkap ceruk pasar dari tumbuhnya bisnis di Surabaya.

Djoko mengatakan, ada fenomena menarik pada kasus KPR di Surabaya. Fenomena itu adalah terjadinya pergeseran konsumen KPR yang dulunya hanya dikuasai oleh kalangan menengah ke bawah sekarang mulai diminati oleh kalangan menengah atas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau