Ketidaklulusan Jabar Ditargetkan 1 Persen

Kompas.com - 21/04/2008, 19:21 WIB

BANDUNG, SENIN- Ujian nasional tingkat sekolah menengah atas dan sederajat akan dilakukan serentak mulai Selasa (22/4) ini. Ujian akan diikuti 302.257 siswa se-Jawa Barat. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menargetkan angka ketidaklulusan di bawah 1 persen.

Kepala Sub Dinas Pendidikan Menengah Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Syarif Hidayat, Senin (21/4) menegaskan, hasil ujian nasional tingkat SMA dan sederajat tahun ini harus lebih baik dari sebelumnya. "Jika tahun lalu ada 1,5 persen rata-rata Jabar yang tidak lulus, tahun ini targetnya di bawah 1 persen," tuturnya.

Menurutnya, target ini tidaklah berlebihan mengingat pelaksanaan ujian nasional sudah memasuki tahun keempat. Sehingga, sudah sewajarnya sekolah dan komponen lain terbiasa mempersiapkan ujian nasional sebaik mungkin. Disinggung soal beban yang kini makin berat dimana pelajaran bertambah menjadi enam begitu juga angka kelulusan, ia optimis, itu tidak akan terlalu berpengaruh. Mengingat, kesiapan sekolah dan siswa jauh lebih matang.

Dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta ujian nasional tingkat SMA, SMK dan Madrasah Aliyah di Jabar ini mengalami peningkatan. Menurut Syarif, peningkatan itu mencapai 10 persen. "Peningkatan, terutama dari siswa SMK. Dari sebelumnya 104 ribu menjadi 116 ribu," tuturnya. Ia mengatakan, jika pun siswa tidak berhasil lulus, nantinya masih ada ujian kejar paket C pada Juli mendatang.

Optimisme pencapaian kelulusan ujian nasional yang tinggi juga disampaikan oleh pihak sekolah. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bandung Ajat Sudrajat ditemui di sela-sela bongkar muat naskah soal di SMAN 8 Kota Bandung, kemarin, mengatakan, target 99 persen kelulusan cukup rasional. "Sebetulnya, 98 persen jika dihitung siswa yang sakit atau berhalangan," tuturnya.

Ia mengakui, meski beban ujian nasional bertambah, persiapan sekolah dan siswa pun tidak kalah hebatnya. Ini terlihat dari intensifikasi pemantapan yang dilakukan sejak jauh-jauh hari, semester pertama. Serta, try out yang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Rata-rata sekolah lakukan try out 4-6 kali. "Di tempat saya saja lima kali," tuturnya. Dari hasil try out, angka kelulusan rata-rata mencapai 80 persen. Namun, ini lebih dikarenakan tingginya tingkat kesukaran soal.(JON)   

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau