JAKARTA, SELASA - Kata orang, kali pertama menghadapi sesuatu bisa menjadi ajang pemanasan. Termasuk saat ujian. Hari pertama, biasanya dijadikan pemanasan otak untuk ujian hari berikutnya. Beberapa siswa SMAN 8, Bukit Duri, Jakarta Selatan yang ditemui Kompas.com usai mengikuti Ujian Nasional (UN), Selasa (22/4) mengakuinya.
Tapi bukan pemanasan yang membuat mereka keringat dingin. Beberapa dari mereka mengaku, soal yang dihadapi tak jauh berbeda dari simulasi yang dijalani sebelum ujian. "Yang agak susah itu Bahasa Indonesia. Kalau Matematika sih relatif gampang, karena modelnya hampir sama dengan soal-soal try out," ungkap Hani, siswi jurusan IPA SMAN 8 Jakarta.
Teman-teman Reni yang lain pun tak jauh berbeda. Hari pertama UN ini mereka bisa keluar dengan wajah tersenyum. Dimas Rama Agung Aryo Bimo misalnya. Siswa yang biasa disapa Bimo ini malah mengaku sangat optimistis dengan hasil UN-nya hari ini. "Kalau Matematika optimis banget. Nggak nyangka, soal-soalnya sama seperti yang diprediksi. Nah, Bahasa Indonesia yang justru lumayan susah," katanya.
Menurut siswa lainnya, Reni dan Monica, kesulitan mata pelajaran Bahasa Indonesia disebabkan untuk menjawab soal-soalnya diperlukan intuisi, terutama untuk bacaan yang teksnya panjang, ataupun materi tentang sastra. "Sebenarnya ada beberapa soal yang mirip dengan try out. Tapi tetap aja susah, karena kan tergantung intuisi kita, subyektif banget," ujar Reni.
"Kadang-kadang yang menurut kita bener, ternyata salah. Pokoknya pake feeling banget deh," sambung Monica.
Para siswa ini bingung, diantara 6 mata pelajaran yang diujikan, Bahasa Indonesia menempati peringkat tersusah untuk dipelajari. Padahal, bisa dikatakan Bahasa Indonesia merupakan bahasa ibu. Ternyata, mudah diucapkan tak mudah untuk dipelajari. Sayangnya, beberapa guru pengawas yang ditemui mengaku bukan guru Bahasa Indonesia, sehingga tak bisa berkomentar tentang keluhan para siswa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang