Hari Pertama UN, Bahasa Indonesia Susah Banget

Kompas.com - 22/04/2008, 13:08 WIB

JAKARTA, SELASA - Kata orang, kali pertama menghadapi sesuatu bisa menjadi ajang pemanasan. Termasuk saat ujian. Hari pertama, biasanya dijadikan pemanasan otak untuk ujian hari berikutnya. Beberapa siswa SMAN 8, Bukit Duri, Jakarta Selatan yang ditemui Kompas.com usai mengikuti Ujian Nasional (UN), Selasa (22/4) mengakuinya.

Tapi bukan pemanasan yang membuat mereka keringat dingin. Beberapa dari mereka mengaku, soal yang dihadapi tak jauh berbeda dari simulasi yang dijalani sebelum ujian. "Yang agak susah itu Bahasa Indonesia. Kalau Matematika sih relatif gampang, karena modelnya hampir sama dengan soal-soal try out," ungkap Hani, siswi jurusan IPA SMAN 8 Jakarta.

Teman-teman Reni yang lain pun tak jauh berbeda. Hari pertama UN ini mereka bisa keluar dengan wajah tersenyum. Dimas Rama Agung Aryo Bimo misalnya. Siswa yang biasa disapa Bimo ini malah mengaku sangat optimistis dengan hasil UN-nya hari ini. "Kalau Matematika optimis banget. Nggak nyangka, soal-soalnya sama seperti yang diprediksi. Nah, Bahasa Indonesia yang justru lumayan susah," katanya.

Menurut siswa lainnya, Reni dan Monica, kesulitan mata pelajaran Bahasa Indonesia disebabkan untuk menjawab soal-soalnya diperlukan intuisi, terutama untuk bacaan yang teksnya panjang, ataupun materi tentang sastra. "Sebenarnya ada beberapa soal yang mirip dengan try out. Tapi tetap aja susah, karena kan tergantung intuisi kita, subyektif banget," ujar Reni.

"Kadang-kadang yang menurut kita bener, ternyata salah. Pokoknya pake feeling banget deh," sambung Monica.

Para siswa ini bingung, diantara 6 mata pelajaran yang diujikan, Bahasa Indonesia menempati peringkat tersusah untuk dipelajari. Padahal, bisa dikatakan Bahasa Indonesia merupakan bahasa ibu. Ternyata, mudah diucapkan tak mudah untuk dipelajari. Sayangnya, beberapa guru pengawas yang ditemui mengaku bukan guru Bahasa Indonesia, sehingga tak bisa berkomentar tentang keluhan para siswa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau