BANDUNG, SELASA- Pascarapat pleno terbuka perhitungan suara pemilihan gubernur Jawa Barat, keamanan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat diperketat. Saat ini, ratusan polisi antihuru-hara dari Kepolisian Resor Kota Bandung Tengah dan Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah berjaga di lokasi. Mereka menggunakan tameng.
Para polisi berjajar rapat menghalau pengunjuk rasa yang terus berupaya menerobos ke Kantor KPU Provinsi Jabar. Tidak kurang dari empat kali terjadi dorong-mendorong, namun pertahanan polisi terlalu kuat untuk dikalahkan pengunjuk rasa yang tetap ngotot bahwa pasangan Agum Gumelar-Nu'man sebagai pemenang pilkada.
Sejauh ini, belum ada korban dalam peristiwa itu. Selanjutnya, sekitar 3.000 pengunjuk rasa tersebut berorasi di Jalan Laswi, dekat Jalan Garut tempat kantor KPU Jabar berdiri. Dalam orasinya, mereka menolak hasil rekapitulasi KPU Jabar.
"Kami mendeklarasikan bahwa Agum dan Nu'man sebagai gubernur dan wakil gubernur Jabar. Sebab, perhitungan KPU Jabar cacat hukum," kata pengunjuk rasa secara serentak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang