Pengamanan KPU Jabar Diperketat

Kompas.com - 22/04/2008, 14:20 WIB

BANDUNG, SELASA- Pascarapat pleno terbuka perhitungan suara pemilihan gubernur Jawa Barat, keamanan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat diperketat. Saat ini, ratusan polisi antihuru-hara dari Kepolisian Resor Kota Bandung Tengah dan Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah berjaga di lokasi. Mereka menggunakan tameng.

Para polisi berjajar rapat menghalau pengunjuk rasa yang terus berupaya menerobos ke Kantor KPU Provinsi Jabar. Tidak kurang dari empat kali terjadi dorong-mendorong, namun pertahanan polisi terlalu kuat untuk dikalahkan pengunjuk rasa yang tetap ngotot bahwa pasangan Agum Gumelar-Nu'man sebagai pemenang pilkada.

Sejauh ini, belum ada korban dalam peristiwa itu. Selanjutnya, sekitar 3.000 pengunjuk rasa tersebut berorasi di Jalan Laswi, dekat Jalan Garut tempat kantor KPU Jabar berdiri. Dalam orasinya, mereka menolak hasil rekapitulasi KPU Jabar.

"Kami mendeklarasikan bahwa Agum dan Nu'man sebagai gubernur dan wakil gubernur Jabar. Sebab, perhitungan KPU Jabar cacat hukum," kata pengunjuk rasa secara serentak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau