Khofifah-Mudjiono Siap Bertarung

Kompas.com - 22/04/2008, 21:09 WIB

SURABAYA, SELASA- Pasangan calon kepala daerah Jawa Timur dari koalisi Jatim Bangkit, Khofifah Indar Parawansa-Brigjen TNI Mudjiono, dideklarasikan di Surabaya, Selasa (22/4). Deklarasi itu dihadiri sejumlah tokoh nasional, tokoh parpol, dan artis.

Dalam deklarasi itu, Khofifah menyatakan siap mengupayakan kemakmuran Jawa Timur bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, nelayan, petani, dan budayawan. “Jangan hanya elitnya yang makmur, semua rakyat harus makmur. Diharapkan buruh dan rakyat Jatim bisa hidup makmur, aman, tentram bersama” ujarnya.

Masalah Jawa Timur begitu kompleks. Karenanya, menurut Khofifah, diperlukan perbaikan dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dengan indikator peningkatan indeks pembangunan manusia. Saat ini Jatim menduduki rangking ke-23 dari 33 provinsi.

Didukung 12 partai

Pasangan Khofifah-Mudjiono didukung 12 partai dengan keseluruhan 16,03 persen suara pada Pemilu 2004. Ke-12 partai itu adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme, Partai Pelopor, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), dan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB).

Deklarasi Khofifah-Mudjiono ini dihadiri Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali, Wakil Ketua Umum DPP PPP Chozin Chumaidy, Ketua Fraksi PPP DPR Lukman Saifudin, Ketua Umum DPP PNBK Eros Djarot, Ketum DPP PBSD Muchtar Pakpahan, Ketum DPP PBR Bursah Zarnubi, Ketua DPP PPNUI Yusuf Khumaedi, Ketua DPP PNI Marhaen Bonar Siahaan, Ketum DPP Partai Merdeka Rosmawi Hasan, Ketua DPP Partai Pelopor Bambang Suroso, Ketua DPP PPIB Amelia Malik.

Dalam acara yang dipandu pelawak Djadi Galajapo itu hadir pula Wakil Bupati Probolinggo Salim Qurais, Neno Warisman, Emilia Contessa, Marissa Haque, serta mantan Menko Ekuin Kabinet Persatuan Nasional Rizal Ramli. Selain itu, acara yang berjalan teratur ini juga diikuti sekitar 5.000 orang yang didominasi perempuan.

Musisi senior Ebiet G Ade juga menyumbangkan dua buah lagu dalam deklarasi Khofifah-Mudjiono, yakni Pasrah dan Berita kepada Kawan. Emilia Contessa melantunkan shalawat badar, Neno Warisman membacakan puisi:

Setiap ada pesta, selalu ada sampah-sampah pikiran dan PR sejarah yang berceceran...

Aku bosan. Aku ingin perubahan. Tuhan, lahirkan pemimpin perempuan.

Berpeluang 

Rizal Ramli menyatakan optimisme kepada kandidat kepala daerah tersebut. Menurut dia, Khofifah figur perempuan yang cerdas, berintegritas, mau bekerja keras, dan rendah hati. Banyaknya kader NU yang maju dalam pilkada Jatim juga dinilai tetap memberi peluang kepada Khofifah. Sebab, Khofifah adalah perempuan kader NU yang maju sebagai calon gubernur, bukan sebagai calon wakil gubernur.

Selain itu, Khofifah yang menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU menyatakan dirinya non-aktif dari kepengurusan organisasi itu sampai pilkada Jatim selesai. Adapun Mudjiono yang menjabat sebagai Kepala Staf Kodam V/Brawijaya pada 2205-2008 tidak mengundurkan diri dari ketentaraan. Jenderal bintang satu ini pensiun mulai 1 Mei 2008. 

Sebelumnya, kandidat pasangan yang sudah mendeklarasikan diri adalah Soekarwo-Saifullah Yusuf (PAN dan Partai Demokrat), Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Partai Golkar). Sedangkan Achmady (PKB) dideklarasikan tanpa calon wakilnya. Pada 17 Mei mendatang, rencananya akan dideklarasikan pasangan Sutjipto-Ridwan Hisjam yang dijagokan PDI Perjuangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau