Letusan Anak Krakatau Muntahkan Bola Api

Kompas.com - 22/04/2008, 23:54 WIB

SERANG, SELASA - Letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Provinsi Lampung, mulai memuntahkan bola api setinggi empat meter disertai kepulan asap menyusul dinaikkan status siaga level III, Senin (21/4).

"Saya lihat sebanyak delapan kali sinar bola api dimuntahkan dari perut Anak Gunung Krakatau," kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Anton Tripambudi, Selasa (22/4).

Menurut dia, bola api yang dikeluarkan itu akibat terjadi pembesaran kawah baru di bukit selatan gunung, bahkan diperkirakan lubangnya sudah  mencapai 175 diameter.

Sinar bola api itu, kata Anton, terlihat jelas di sore hari di sekitar Pantai Anyer, karena kondisi cuaca Perairan Selat Sunda mendung disertai hujan.

Selain itu, gelombang laut sangat besar hingga ketinggian mencapai 2 meter juga tiupan angin kencang. "Saat ini kondisi perairan Selat Sunda gelap dan tampak jelas letusan Gunung Anak Krakatau," katanya.

Ia mengatakan, muntahan yang dikeluarkan dari perut GAK berupa material bebatuan, sehingga berbahaya bagi pengunjung maupun nelayan.

Oleh karena itu, ujar Anton, pihaknya menetapkan status siaga level III, karena terjadi letusan dan kegempaan vulkanik. "Jika orang terkena lontaran bebatuan itu dapat mengakibatkan kematian, karena suhunya mencapai 1.500 derajat celcius," katanya.

Ia menyebutkan, sejauh ini kemunculan letusan dan kegempaan GAK terjadi setiap enam sampai delapan menit.

Sementara itu, sejumlah warga yang berada di pesisir Pantai Anyer sore itu merasa terhibur dengan munculnya  bola api yang dimuntahkan GAK. Mereka kagum melihat bola api yang dimuntahkan dari perut gunung. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau