BATAM, RABU- Soal matematika Ujian Nasional (UN) untuk siswa SMK yang diujikan hari ini di Batam, Provinsi Kepuluaan Riau diketahui bocor. Seseorang yang tidak dikenal, mengirimkan photo copy bocoran soal UN itu ke redaksi Tribun Batam dan sejumlah instansi terkait pelaksanaan UN di Batam, sehari sebelum ujian digelar. Dan setelah dicek Tribun Batam, Rabu (23/4), soal yang berededar sama persis dengan yang dibagikan kepada siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui isu soal matematika untuk SMK bocor. Muslim mengatakan, kebenaran soal bocor ini belum bisa dipastikan dan minta siswa tetap tenang dan konsentrasi. "Anak-anak harap tenang. Jangan cepat percaya kepada isu ini. Kita percayakan kepada polisi untuk melacak siapa yang menebarkan isu ini," ujar Muslim Bidin.
Selasa semarin, sekitar pukul 13.00 WIB, seseorang mengirim surat beramplop cokelat. Si pengirim hanya meletakkan surat ke pos keamanan dan langsung pergi tanpa meninggalkan identitas. Di dalam amplop terdapat dua bundel soal matematika untuk SMK yang sudah diberi jawaban. Masing-masing bundel terdapat 40 soal. Dalam amplop disertakan surat pengantar yang isinya menyebutkan sumber soal ini dari siswa SMK yang membahas mata pelajaran matematika. Disebutkan, siswa mendapatkan materi soal dari seorang karyawan percetakan.
Surat dan soal tersebut juga dikirimkan ke Gubernur Provinsi Kepri, Kapolda Provinsi Kepri, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Kapoltabes Batam, Dewan Pendidikan Batam, Pimred Mass Media di Batam, LSM Peduli Pendidikan, dan semua pihak yang peduli mutu pendidikan.
Sebagai contoh. Dalam bendel soal paket A yang disebut hasil bocoran, soal nomor 1 berupa pertanyaan; Nilai x yang memenuhi persamaan 5x+6=25 2x+9 adalah....Jawaban A. 4, B.3, C.0,D.-3, dan E.-4. "Kita laporkan dulu ke Pak Wali (Wali Kota Batam), tapi tetap kita lihat kepastiannya besok (hari ini)," ujar Muslim Bidin saat menghadiri acara HUT I, SMK MHS di Batuampar, kemarin sore.
Muslim belum begitu percaya terhadap lembaran yang diduga bocoran soal itu. Karena sejauh ini pengamanan dari percetakan hingga ke polsek dan sekolah-sekolah dijaga ketat. "Dan setiap pagi akan ujian, kemasan soal itu masih disegel. Jadi rasanya tak mungkin bocor," paparnya.
Ia juga mengaku tak bisa memastikan apakah lembaran itu sama persis dengan soal ujian atau berbeda. Karena tidak seorang pun boleh membuka soal UN sebelum waktunya, yaitu akan dibagi ke peserta ujian. "Jika nomor urutnya sama, soal dan angka juga persis, berarti bocor. Tapi jika ada beda dan urutan soal tak sama maka bukan bocor namanya. Karena soal-soal tahun lalu bisa dimungkinkan keluar lagi pada ujian hari ini," ujarnya.
Selain itu, Muslim akan segera mengecek ke percetakan bila soal ini benar-benar sama dengan yang diujikan hari ini. "Kalau dari perjalanan soal hingga ke tangan siswa pasti aman karena dijaga ketat oleh polisi. Besok bila bocoran ini sama persis akan kita cek ke percetakan," pungkasnya. (Tribun Batam/Iswidodo, Dedy Suwadha)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang