Soal Erman Suparno, PKB Serahkan ke SBY

Kompas.com - 23/04/2008, 15:14 WIB

JAKARTA, RABU - Pernyataan yang dikeluarkan DPP PKB Gus Dur, Senin (21/4) lalu, bahwa PKB tidak memiliki representasi di Kabinet SBY masih berlanjut.

Pascakeluarnya pernyataan itu, sejumlah pertanyaan mencuat soal status Menakertrans Erman Suparno yang dikenal sebagai kader PKB. Plt Ketua Umum DPP PKB Ali Masykur Musa mengatakan, nasib Erman selanjutnya diserahkan kepada Presiden SBY.

"Urusan mengangkat dan memberhentikan itu hak prerogatif Presiden. Sekarang tinggal Presiden gimana, setelah kami menyatakan PKB tidak punya representasi di kabinetnya," kata Ali, sebelum Muspimnas di Kantor DPP PKB, Kalibata, Jakarta, Rabu (23/4).

Mengutip pernyataan Ketua Dewan Syura PKB, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kata Ali, menteri-menteri yang masih duduk di Kabinet Indonesia Bersatu (yang selama ini diketahui sebagai kader PKB), hanya mewakili individu. "Orang-orang itu mewakili diri sendiri, tidak secara organisatoris. Artinya, tidak melalui garis partai. Secara organisatoris, kita tidak menempatkan wakil di kabinet SBY," tegas dia lagi.

Selain Erman, Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Eddy juga dinyatakan bukan sebagai menteri yang mewakili PKB. Saat ini Lukman Eddy menduduki Sekjen PKB versi Muhaimin Iskandar.

Sementara itu, hari ini DPP PKB mengadakan Musyawarah Pimpinan Nasional yang dihadiri oleh anggota DPP dan DPW seluruh Indonesia. Agenda Muspimnas kali ini, membahas pelaksanaan MLB pada tanggal 30 April mendatang. "Muspimnas kali ini juga menyosialisasikan rencana MLB itu," ujar Ali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau