BANDARLAMPUNG, RABU- Berkait dengan meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Senin (14/4) lalu, para nelayan diimbau untuk tidak mendekat ke gunung berapi itu hingga radius satu kilometer. "Meski demikian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tenang," kata Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Andi Suwardi, yang dihubungi dari Bandarlampung, Rabu (23/4).
Dikatakan Andi, aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat lagi dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan aktivitas selama dua bulan sejak 12 Februari 2008 lalu. Peningkatan aktivitas itu ditandai dengan makin lebarnya kawah baru yang terbentuk pada Oktober 2007. Ia juga mengingatkan bahwa status Gunung Anak Krakatau belum diturunkan dari siaga menjadi waspada sejak Oktober itu.
Peningkatan aktivitas juga ditandai dengan meningkatya aktivitas kegempaan. Mulai 12 Februari 2008 hingga 13 April 2008 Pos Pemantau Hargopancuran mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau lebih banyak didominasi gempa vulkanik dalam (A) dan gempa vulkanik dangkal (B).
Akan tetapi Sejak 14 April 2008, aktivitas gunung berapi yang terletak di Selat Sunda itu meningkat. Pos pemantau mencatat meningkatnya kembali aktivitas gunung berapi yang tumbuh sebagai sisa letusan tahun 1883 itu dari jumlah letusan, tremor, hembusan, gempa vulkanik A, dan gempa vulkanik B.
Pada 14 April 2008 tercatat terjadi 27 kali letusan, 16 kali hembusan, 24 kali gempa vulkanik A, dan 52 kali gempa vulkanik B. Aktivitas gunung terpantau meningkat signifikan pada 15 A pril 2008 dengan jumlah letusan sebanyak 193 kali, enam kali tremor, 66 kali hembusan, 40 kali gempa vulkanik A, dan 77 kali gempa vulkanik B.
Selama periode peningkatan aktivitas, Pos Pemantau Hargopancuran mencatat jumlah letusan paling banyak terjadi pada Selasa (22/4). Jumlah letusan tercatat terjadi 229 kali, hembusan 360 kali, tremor 18 kali, gempa vulkanik A 146 kali, dan gempa v ulkanik B 126 kali. Sedangkan pada Senin (21/4), terjadi 185 kali letusan dengan tremor 23 kali, hembusan 288 kali, gempa vulkanik A 132 kali, dan gtempa vulkanik B 120 kali.
Lebih lanjut Andi mengatakan, peningkatan aktivitas dimungkinkan terjadi karena sesuai jenisnya sebagai gunung berapi, gunung tersebut diketahui terus tumbuh dan membesar. Gunung berapi tersebut masih menyimpan energi sehingga ia kembali aktif, kata Andi.
Keaktivan kembali gunung juga menyebabkan kawah baru yang terbentuk pada Oktober 2007 kian membesar. Kawah baru yang terletak sekitar 300 meter di sebelah selatan kawah lama itu kini berdiameter sekitar 200 meter. Melebarnya kawah diperkirakan terjadi sebagai dampak meningkatnya kegiatan magma di perut gunung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang