UN di Brebes, Ditemukan Soal yang Salah

Kompas.com - 23/04/2008, 20:48 WIB

BREBES, RABU - Memasuki hari kedua pelaksanaan ujian nasional (UN) di Brebes, tim pemantau independen menemukan kesalahan soal matematika untuk siswa SMK. Lembar soal tidak sesuai dengan yang tertera di amplop. Akibatnya, soal tersebut tidak dapat digunakan dan terpaksa diganti dengan soal fotokopi.

Koordinator Sekretariat Tim Pemantau Independen UN 2008 Kabupaten Brebes, Wijanarto, Rabu (23/4) mengatakan, kesalahan soal ditemukan di dua ruang ujian kelas teknik informatika SMK Maarif Kecamatan Tonjong.

Dalam sampul tertera soal tersebut merupakan soal matematika untuk siswa teknik informatika. Namun setelah dibuka, ternyata isinya merupakan lembar soal matematika untuk siswa SMK kelas bisnis manajemen.

Akibatnya , soal tersebut tidak dapat digunakan oleh 40 siswa yang ada di dua ruang ujian tersebut. Pengawas terpaksa mencari soal cadangan. Namun karena jarak antara sekolah dengan sub rayon tempat penyimpanan soal cadangan mencapai sekitar 25 kilometer, hal itu sulit dilakukan. Waktu ujian siswa akan habis untuk mengambil soal.

Oleh karena itu, berdasarkan hasil koordinasi antara pengawas dengan tim pemantau independen dari Provinsi Jateng, pengambilan soal cadangan dibatalkan. Pengawas akhirnya memfotokopi soal yang ada, untuk dibagikan kepada siswa.

Menurut Wijanarto, kasus itu terjadi akibat kesalahan dari percetakan. Meskipun para siswa tetap dapat mengikuti ujian, waktu mereka terkurangi untuk menunggu fotokopi soal.

Selain kasus tersebut, penyelenggara UN di sejumlah sekolah juga mengeluhkan tipisnya lembar jawaban. Apabila ada jawaban yang salah dihapus oleh siswa, lembar jawaban tersebut mudah robek.

Dalam UN hari kedua, sebanyak 13 siswa tidak mengikutinya. Sebagian karena sakit, sebagian lainnya belum m emberikan keterangan penyebab ketidakhadiran mereka.

Ketua Penyelenggara UN Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Tahroni mengatakan, kasus kesalahan soal tersebut baru pertama ditemukan di Brebes. Pihaknya akan menjadikan kasus itu sebagai salah satu saran dalam evaluasi UN, sehingga tidak terulang lagi di tahun depan. (WIE)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau