BREBES, RABU - Memasuki hari kedua pelaksanaan ujian nasional (UN) di Brebes, tim pemantau independen menemukan kesalahan soal matematika untuk siswa SMK. Lembar soal tidak sesuai dengan yang tertera di amplop. Akibatnya, soal tersebut tidak dapat digunakan dan terpaksa diganti dengan soal fotokopi.
Koordinator Sekretariat Tim Pemantau Independen UN 2008 Kabupaten Brebes, Wijanarto, Rabu (23/4) mengatakan, kesalahan soal ditemukan di dua ruang ujian kelas teknik informatika SMK Maarif Kecamatan Tonjong.
Dalam sampul tertera soal tersebut merupakan soal matematika untuk siswa teknik informatika. Namun setelah dibuka, ternyata isinya merupakan lembar soal matematika untuk siswa SMK kelas bisnis manajemen.
Akibatnya , soal tersebut tidak dapat digunakan oleh 40 siswa yang ada di dua ruang ujian tersebut. Pengawas terpaksa mencari soal cadangan. Namun karena jarak antara sekolah dengan sub rayon tempat penyimpanan soal cadangan mencapai sekitar 25 kilometer, hal itu sulit dilakukan. Waktu ujian siswa akan habis untuk mengambil soal.
Oleh karena itu, berdasarkan hasil koordinasi antara pengawas dengan tim pemantau independen dari Provinsi Jateng, pengambilan soal cadangan dibatalkan. Pengawas akhirnya memfotokopi soal yang ada, untuk dibagikan kepada siswa.
Menurut Wijanarto, kasus itu terjadi akibat kesalahan dari percetakan. Meskipun para siswa tetap dapat mengikuti ujian, waktu mereka terkurangi untuk menunggu fotokopi soal.
Selain kasus tersebut, penyelenggara UN di sejumlah sekolah juga mengeluhkan tipisnya lembar jawaban. Apabila ada jawaban yang salah dihapus oleh siswa, lembar jawaban tersebut mudah robek.
Dalam UN hari kedua, sebanyak 13 siswa tidak mengikutinya. Sebagian karena sakit, sebagian lainnya belum m emberikan keterangan penyebab ketidakhadiran mereka.
Ketua Penyelenggara UN Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes, Tahroni mengatakan, kasus kesalahan soal tersebut baru pertama ditemukan di Brebes. Pihaknya akan menjadikan kasus itu sebagai salah satu saran dalam evaluasi UN, sehingga tidak terulang lagi di tahun depan. (WIE)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang