Emoh Kumpul Kebo, Hall Tinggalkan Jagger

Kompas.com - 23/04/2008, 20:50 WIB

LOS ANGELES, RABU -- Kandasnya hubungan asmara antara vokalis grup legendaris The Rolling Stones,
Sir Mick Jagger dengan mantan kekasihnya Jerry Hall akhirnya mulai terkuak. 

Usut punya usut perpisahan tersebut lantaran Hall sudah jenuh menjalani hubungan tanpa setatus jelas alias kumpul kebo. Ketika Hall menginginkan hubungannya itu terikat dalan sebuah pernikahan, Jagger justru malah menolaknya.

Rocker veteran itu, kata mantan model yang masih tampak jelita tersebut, justru menikmati hubungan kumpul kebo ketimbang harus menikah lagi.  

Nah, ketimbang menjalani hubungan seperti itu, Hall akhirnya memilih untuk berpisah.  

Ini yang membuat Hall justru kecewa. Ia bahkan mengaku hubungan yang dibina dengan Jagger selama sembilan tahun telah meninggalkan bekas bahwa ia tak dapat lagi mempercayai seorang pria.

"Mick boleh jadi seorang ayah yang baik, tapi dia bukan seorang suami yang baik," ujarnya Hall seperti dikutip  Contactmusic.  

Kebiasaan Jagger yang doyan "bermain-main" dengan perempuan lain juga menjadi pemicu Hall untuk pergi dari kehidupan Jagger.  "Cinta itu konon katanya sesuatu yang ajaib, tapi ternyata itu tak berlaku buat saya. Saya trauma dan itu membuat saya tak mau menikah lagi. Saya tak akan menikah lagi!" serunya.   

Hall dan Jagger mempertegas hubungan mereka dalam menikah siri di Bali pada tahun 1990. Pada tahun 1999 keduanya memilih berpisah. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai empat orang anak, yakni Elizabeth, James, Georgia, dan Gabriel. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau