Isteri Sultan Brunei Minati Arwana Rp 100 Juta

Kompas.com - 24/04/2008, 06:40 WIB

JAKARTA, KAMIS - Permaisuri Sultan Hassanal Bolkiah, Azrinaz Mazhar Hakim, berminat membeli ikan arowana atau arwana jenis Super Red seharga Rp 100 juta, saat mengunjungi tempat penangkaran ikan hias itu di rumah Sriyadi (42), Kompleks Perumahan  DPR Blok K No 54, Joglo. Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (23/4).
    
Ny Bolkiah  tiba di  rumah  Sriyadi  pukul 09.30 WIB bersama  30 anggota rombongan, termasuk sejumlah istri menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), dan dikawal Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Tamu negara yang mengaku menyenangi ikan hias ini melihat-lihat sekitar 260 ekor arwana, baik yang ada di akuarium maupun di tiga kolam di belakang rumah Sriyadi. Ia mengaku sangat terkesan melihat penangkaran
ikan yang populasinya dilindungi pemerintah ini.
       
Kepada tamunya, Sriyadi menjelaskan proses penangkaran ikan arwana jenis Super Red atau dalam bahasa latinnya Sclerophages formosus. Penangkaran diawali dari perkawinan induk  ikan yang berusia lebih dari 10 tahun, dilanjutkan dengan pemeliharaan  telur-telur ikan yang telah dierami dalam mulut induknya,  hingga pemeliharaan arwana sampai berusia sedang. Sriyadi menyediakan arwana beragam usia, mulai dari satu hingga lima tahun, dan harga yang termahal Rp 100 juta.
    
Kunjungan Ny Bolkiah  ke rumah Sriyadi hanya berlangsung sekitar 20 menit. Pada akhir kunjungan, Sriyadi memberi kenang-kenangan berupa dua  foto ikan arwana seharga Rp 100 juta tersebut kepada tamunya. Foto arwana jenis Super Red tersebut berbahan kanvas, berukuran 90 cm x 120 cm. Tepampang  juga alamat website Sriyadi, www.citraarowana.com, dalam foto tersebut.
     
Permaisuri Sultan Brunei baru mengaku tertarik atas  ikan arwana jenis Super Red seharga Rp 100 juta tersebut dan belum memutuskan membeli. Menurut Sriyadi, keluarga Sultan Bolkiah akan kembali datang ke rumahnya untuk membeli salah satu ikan arwana dagangannya. "Kata staf Ratu Brunei, akan ditindaklanjuti di kemudian hari," ujarnya.
    
Jika ikan milik Sriyadi yang harganya Rp 100 juta tersebut terjual, maka akan menjadi arwana termahal yang pernah dijualnya. Sebelumnya, Sriyadi hanya menjual arwana termahal seharga Rp 65 juta. "Saya nggak kasih nama ikan itu. Biasanya pedagang lain memang memberi nama untuk ikan arwana dagangannya, biar harganya naik," katanya.
    
Ikan arwana berharga Rp 100 juta tersebut panjangnya sekitar 55 cm dengan berat 4 kg. Seluruh sisiknya sudah berwarna merah menyala dan tampak sangat cantik. "Memang tidak punya nama, tapi ikan tersebut maskot Citra Arwana," ujar Sriyadi.

(SAB)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau