Gagal ke 120 Dollar AS, Harga Minyak Turun

Kompas.com - 24/04/2008, 11:02 WIB

SINGAPURA,KAMIS - Harga minyak mentah di pasar internasional gagal meneruskan pencapaiannya ke level psikologis 120 dollar AS, meski adanya berbagai laporan antara lain mengenai cadangan energi Amerika Serikat yang menyusut dan juga kekhawatiran pasokan. Harga minyak justru turun tipis.

Seperti dikutip AFP, di pasar Asia pada perdagangan Kamis (24/4), kontrak berjangka minyak utama New York jenis light sweet untuk pengiriman Juni turun 35 sen menjadi 117,97 dollar AS per barrel. Setelah pada perdagangan di New York Mercantile Exchange (Nymex), Rabu (23/4) ditutup pada pada kisaran 118,30 dollar AS per barrel. Sedangkan kontrak Mei meningkat mencapai rekor tertinggi 119,90 dollar AS sebelum berakhir pada Selasa.

Sementara minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Juni turun 33 sen ke posisi 116,13 dollar AS per barrel, setelah pada perdagangan Rabu (23/4) di London ditutup pada 116,46 dollar AS. sehari setelah mencapai level tertiggi 116,75 dolar AS dalam perdagangan harian Selasa.

Administrasi Informasi Energi pemerintah AS, EIA menyatakan, cadangan gasolin AS atau cadangan bensin turun dengan 3,2 juta barrel dalam pekan yang berakhir 18 April. Penurunan ini lebih besar dari perkiraan para analis yang turun 2,0 juta barrel.

Para pedagang fokus pada pasokan bensin menjelang musim puncak permintaan yang dimulai Mei, di mana banyak warga Amerika mengunakan mobilnya untuk liburan musim panas. EIA menambahkan bahwa cadangan minyak mentah tumbuh dengan 2,4 juta barel, lebih baik dari ekspektasi pasar naik 1,5 juta barel.

Melemahnya nilai tukar dollar AS, kekhawatiran pasokan dan juga keengganan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menaikkan produksi telah menyumbang terhadap melonjaknya harga minyak dalam beberapa hari terakhir. Kekhawatiran internasional juga telah turut andil terhadap melonjaknya harga minyak. Phil Flynn pada Alaron Trading mengatakan bahwa para pedagang ragu-ragu setelah harga berjangka gagal menyentuh level simbolis 120 dollar per barrel, sehingga mengurangi kegairahan para spekulan. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau