SINGAPURA,KAMIS - Harga minyak mentah di pasar internasional gagal meneruskan pencapaiannya ke level psikologis 120 dollar AS, meski adanya berbagai laporan antara lain mengenai cadangan energi Amerika Serikat yang menyusut dan juga kekhawatiran pasokan. Harga minyak justru turun tipis.
Seperti dikutip AFP, di pasar Asia pada perdagangan Kamis (24/4), kontrak berjangka minyak utama New York jenis light sweet untuk pengiriman Juni turun 35 sen menjadi 117,97 dollar AS per barrel. Setelah pada perdagangan di New York Mercantile Exchange (Nymex), Rabu (23/4) ditutup pada pada kisaran 118,30 dollar AS per barrel. Sedangkan kontrak Mei meningkat mencapai rekor tertinggi 119,90 dollar AS sebelum berakhir pada Selasa.
Sementara minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Juni turun 33 sen ke posisi 116,13 dollar AS per barrel, setelah pada perdagangan Rabu (23/4) di London ditutup pada 116,46 dollar AS. sehari setelah mencapai level tertiggi 116,75 dolar AS dalam perdagangan harian Selasa.
Administrasi Informasi Energi pemerintah AS, EIA menyatakan, cadangan gasolin AS atau cadangan bensin turun dengan 3,2 juta barrel dalam pekan yang berakhir 18 April. Penurunan ini lebih besar dari perkiraan para analis yang turun 2,0 juta barrel.
Para pedagang fokus pada pasokan bensin menjelang musim puncak permintaan yang dimulai Mei, di mana banyak warga Amerika mengunakan mobilnya untuk liburan musim panas. EIA menambahkan bahwa cadangan minyak mentah tumbuh dengan 2,4 juta barel, lebih baik dari ekspektasi pasar naik 1,5 juta barel.
Melemahnya nilai tukar dollar AS, kekhawatiran pasokan dan juga keengganan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menaikkan produksi telah menyumbang terhadap melonjaknya harga minyak dalam beberapa hari terakhir. Kekhawatiran internasional juga telah turut andil terhadap melonjaknya harga minyak. Phil Flynn pada Alaron Trading mengatakan bahwa para pedagang ragu-ragu setelah harga berjangka gagal menyentuh level simbolis 120 dollar per barrel, sehingga mengurangi kegairahan para spekulan. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang