Virnie Ismail <i>Demenin</i> SBY

Kompas.com - 24/04/2008, 14:20 WIB

JAKARTA, KAMIS -Virnie Ismail, salah satu pendukung acara Extravaganza, rupanya memilih punya suami dari kalangan pria produk lokal. Pria bule, katanya, bukanlah tipe yang digemarinya.

Kalau suruh memilih, ia mengaku lebih suka dengan pria-pria seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Soekarno, Bung Hatta atau bahkan Tantowi Yahya. "Aku hanya suka produk lokal. Malah aku lebih suka dengan tipe seperti SBY, karena buat aku wajah lelaki seperti itu lebih ngemong, sayang sama istri," ujarnya di sela peresmian pembentukan Forum Seniman Perempuan Partai Demokrat Indonesia, di Gandaria City, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (24/4).

Pernyataan Virnie tersebut sekaligus menepis kabar yang menyebutkan dirinya tengah dekat dengan pria asal Prancis. "Itu enggak benar dan aku tak suka tipe blasteran. Beda aja kalau bisa dapat produk lokal," selorohnya.Menurut dia, yang senang dari pria produk lokal lantaran berasal dari ras yang sama. "Kulitnya beda dan pastinya tradisi budaya enggak beda-beda amat," katanya.

Kalau ditanya urusan jodoh, Virnie sendiri tak mau muluk-muluk. Ia menyerahkan sepenuh kepada Yang Maha Kuasa. "Target menikah tidak ada, toh itu sudah ada yang ngatur. Jujur, sampai sat ini aku belum ada pasangan yang pas," ungkapnya.Apa tak takut terpentok dengan usia? "Enggak lah, kalau bicara usia itu kan hanya kasat mata saja. Kalau pelan dan yakin sudah ada jodohnya, baru kita jalan," tegas Virnie lagi.

Disinggung soal keikutsertaannya di forum tersebut, Virnie mengaku hanya sekadar ingin belajar bersosialisasi dengan teman-teman perempuan yang datang dari beragam latar belakang. "Senang aja bisa bergaul dengan lingkungan yang baru. Menurut aku ini proses pembelajaran yang luas buat aku. Kalau urusan belajar aku ingin coba apa saja, mumpung blm menikah," ujar Virnie yang berencana belajar bahasa Prancis. (EH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau