Komnas HAM Tetap Akan Panggil Purnawirawan TNI POLRI

Kompas.com - 24/04/2008, 16:05 WIB

JAKARTA, KAMIS - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tetap akan meneruskan proses penyelidikan kasus pelanggaran HAM masa lalu, termasuk memanggil para purnawirawan TNI-POLRI.

"Kita tidak akan pernah mundur. Selangkah pun tetap akan kami lakukan prosesnya sesuai wewenang kan dan kami harap ini jangan dikapitalisasi secara politik untuk menghambat penegakan HAM, karena ada isyarat politik bahwa ada pihak-pihak tertentu yang ingin menghambat proses penyelesaian kasus pelanggaran HAM," tegas Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh saat ditemui di kantor Komnas HAM, Kamis (24/4).

Berkaitan dengan penolakan para purnawirawan TNI dan POLRI terhadap surat penggilan Komnas HAM, Ridha mengatakan para purnawirawan tidak perlu cemas karena Komnas HAM memanggil mereka hanya untuk dimintai keterangan dan bukan sebagai tersangka. "Kami memanggil mereka bukan sebagai tersangka, hanya kita mintai keterangan sesuai dengan wewenang kami," ujarnya.

Ridha juga mengatakan Komnas HAM tidak mempersoalkan penempatan aparat keamanan di lapangan yang Komnas HAM persoalkan adalah dalam operasi militer yang dilakukan ada pelanggaran HAM. "Yang kami persoalkan adalah kenapa dalam operasi tersebut ada pelanggaran HAM, itu yang akan kami tanyakan. Apakah itu dilakukan secara sistematis? Kenapa ada pembunuhan? Kenapa ada penyiksaan?" kata Ridha.

Menyangkut asas retroaktif yang dijadikan alasan untuk tidak memeriksa para purnawirawan, Ridha menjawab belum bisa berkomentar tentang hal itu. "Tentang retroaktif kami sedang diskusi tentang ini, saya belum bisa menjawab," demikian Ridha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau