PKB Gus Dur Kemungkinan Gagal Gelar MLB di Bali

Kompas.com - 24/04/2008, 16:49 WIB

JAKARTA, KAMIS - Kemungkinan besar, PKB kubu Gus Dur batal menggelar hajatan Muktamar Luar Biasa di Bali pada 30 April dan 1 Mei mendatang. Kini, jajaran pengurus DPP PKB sedang membahas beberapa alternatif tempat sebagai penyelenggaraan MLB.
 
"Sekarang DPP sedang rapat membahas tempat lain untuk menyelenggarakan MLB. Bisa saja di Bogor, atau dimana. Keputusannya secara resmi baru nanti sore," kata anggota Dewan Syuro DPP PKB, Moeslim Abdurrahman, Kamis (24/4).

Moeslim menjelaskan, batalnya gelaran MLB sangat mungkin. "Selain Bogor bisa saja dilakukan di Jakarta. Kita sedang mencari tempat yang paling memungkinkan, " jelasnya lagi.

Anggota FKB kubu Gus Dur, Imam Ansori Saleh yang kini sedang ikut rapat untuk mencari tempat alternatif menggelar MLB selain Bali, juga belum mau berspekulasi. Ia mengaku, beberapa tempat memang sedang dimatangkan untuk tuan rumah MLB selain Bogor.

Salah seorang anggota Komisi III DPR ini enggan menjelaskan secara rinci alasan gagalnya menggelar MLB di Bali. "Teknisnya, sedang dibahas sekarang," tukas Ansori Saleh. (Persda Network/yat) 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau