Puluhan Peserta Ribut dengan Pengawas Ujian

Kompas.com - 24/04/2008, 21:39 WIB

REMBANG, KAMIS – Puluhan peserta Ujian Nasional Tahun Ajaran 2007/2008 di ruang lima SMA Negeri 1 Rembang, Jawa Tengah, ribut  dengan salah seorang pengawas ujian. Mereka menangis histeris dan menendang tempat sampah karena pengawas itu menurunkan mental dan mengambil lembar jawaban seorang siswa dengan sedikit memaksa.

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Rembang Yulianto, Kamis (24/4), mengatakan peristiwa itu terjadi setelah para siswa menyelesaikan ujian Fisika. Para peserta ujian di ruang nomor lima menangis histeris, mengedor kaca, dan menendang tempat sampah.

Berdasarkan laporan sejumlah siswa, salah seorang pengawas di ruang ujian itu menurunkan mental para siswa. Pengawas itu akan mencoret lembar jawaban jika peserta ketahuan mencontek. “Ia juga sering berkeliling ruangan, padahal hal itu tidak boleh dilakukan. Selain itu, pada saat waktu ujian habis, pengawas itu mengambil lembar jawaban siswa dengan sedikit memaksa,” kata dia.

Menurut Adhi Bagus H, salah seorang peserta ujian di ruang lima, lembar jawaban yang diambil itu dikhawatirkan rusak akibat tercoret atau berlubang. Untuk itu, para peserta ujian spontan berontak dan meminta lembar jawaban itu diperiksa kembali.

Peserta ujian yang berada di sebelah ruang lima, Nofie YS, mengaku melihat teman-temannya ribut-ribut setelah ujian jam pertama selesai. Para siswi menangis dan menjerit, sedang sejumlah siswa putra menendang tempat sampah dan meja.

Kejadian itu membuat Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Rembang Koesnandar meminta seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rembang menjaga ruang ujian pada jam berikutnya. Hal itu karena pihak sekolah mengkhawatirkan kejadian serupa terulang kembali.

“Saya tidak tahu ada kejadian apa. Begitu datang, kepala sekolah meminta saya menjaga salah satu ruang ujian,” kata Sukamto, petugas Satpol PP Kabupaten Rembang. Setelah ujian jam kedua selesai, para guru meminta para siswa di ruang lima tidak pulang terlebih dahulu. Mereka diminta menjelaskan duduk persoalan dan menyelesaikannya dengan baik-baik.

Abdul Muhid, anggota tim pengawas independen, mengatakan telah mencatat kejadian itu untuk dilaporkan dan dijadikan bahan evaluasi pengadaan ujian nasional tahun depan. Tim pengawas independen juga telah mengecek lembar jawaban para peserta ujian di ruang lima. “Kami tidak menemukan kerusakan pada lembar jawaban,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau