BARCELONA, KAMIS - Pembalap Inggris, Lewis Hamilton mencoba melupakan pelecehan rasial yang dialaminya di Spanyol, Februari lalu, saat menghadapi GP Spanyol, akhir pekan ini.
Pelecehan rasial yang dialami Hamilton dari publik Spanyol memaksa pimpinan federasi otomotif internasional mengeluarkan kampanye menentang tindak rasial di sirkuit.
Namun pembalap tim McLaren tersebut mengaku ingin lebih berkonsentrasi menghadapi lomba. "Sirkuit Catalunya merupakan lintasan yang hebat. Para penggemar yang sangat antusias membuat suasana menjadi luar biasa."
Pembalap Inggris berusia 23 tahun ini mengalami pelecehan rasial oleh publik yang juga merasa dendam dengan persaingan Hamilton dengan pembalap Spanyol, Fernando Alonso.
Alonso, juara dunia 2005-2006 menjadi pasangan Hamilton di tim McLaren. Pada musim 2007, keduanya terlibat persaingan memperebutkan gelar juara dunia yang akhirnya justru jatuh ke tangan pembalap Ferarri, Kimi Raikkonen.
Namun Hamilton mengaku ingin berkonsentrasi mengembalikan posisinya. Ia menjadi juara pada balap pembuka di Australia, di posisi lima pada GP Malaysia dan di posisi 13 pada GP Bahrain.
Menurutnya, GP Bahrain memberi pengalaman yang berharga. "Saya sadar bahwa saat situasi memburuk pada awal, saya harus membatasi kerusakan. Saya terpuruk di posisi 10 dan berusaha memperbaiki posisi secepat mungkin. Justru di sinilah kesalahannya." (BBC)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang