BANDUNG, KAMIS - Melonjaknya permintaan elpiji dari berbagai daerah di kilang minyak Balongan, Indramayu menyebabkan lamanya antrean armada angkut sejumlah stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji atau SPPBE. Armada SPP BE yang dua bulan lalu dapat mengangkut elpiji dua kali sehari, kini hanya mampu mengangkut satu kali karena padatnya antrean.
Kepala Operasional SPPBE PT Purnatarum Murni Rahayu Erwin BM, Kamis (24/4) di Bandung mengatakan, sejak dua bulan terakhir, dengan jumlah armada angkutan tujuh truk, ia hanya mampu mengambil elpiji sebesar 65 ton per hari dengan sekali angkut. Padahal, sebelumnya Erwin mampu mengangkut elpiji dua kali sehari atau sekitar 130 ton per hari dari kilang minyak Balongan, Indramayu.
Erwin mengungkapkan,berkurangnya pasokan elpiji dari kilang minyak Balongan ke tiap SPPBE menyebabkan lamanya agen-agen elpiji mengantre. Situasi ini menyebabkan efek domino. Di Balongan, kami harus menunggu minimal dua hari. Sedangkan para agen juga harus mengantre di SPPBE lebih lama. Akibatnya, kelangkaan elpiji pun terjadi di pasaran, kata Erwin.
Menurut Erwin,di kota dan kabupaten Bandung hanya terdapat empat SPPBE, yaitu di Cimahi, Cipamokohan, Cicalengka, dan Bandung. Padahal, permintaan elpiji meningkat seiring beredarnya tabung elpiji ukuran tiga kilogram.
Dari total persediaan elpiji sehari 65 ton, rata-rata 20 persen atau 1,3 ton elpiji dialokasi kan untuk tabung tiga kilogram, tujuh persen atau lima ton untuk tabung 50 kilogram, dan sisanya sekitar 73 persen untuk tabung 12 kilogram, jelas Erwin.
Permintaan elpiji ukuran 12 kilogram di Kota Bandung masing relatif tinggi. Kepala Penjualan agen elpiji PT Limas Raga Inti Yono Syarief mengatakan, persediaan elpiji ukuran 12 kilogram telah habis terjual sejak pukul 10.30 pagi .
Kami kesulitan memenuhi permintaan pembeli karena pasokan dari SPPBE terhambat. Karena permintaan elpiji ukuran 12 kilogram tinggi, kami terpaksa membatasi pembelian elpiji maksimal dua tabung per orang, ujarnya.
Harga tinggi
Situasi kelangkaan elpiji secara otomatis menyebabkan lonjakan harga elpiji di tingkat konsumen. Karena sulitnya mendapatkan elpiji, para pedagang pun menjual elpiji, khususnya elpiji 12 kilogram antara Rp 60.000 hingga Rp 80.000.
Tingginya harga elpiji tergantung pula dengan ramainya antrean pembeli. Pada pagi hari, para agen dan pengecer mematok harga elpiji 12 kilogram sekitar Rp 60.000 hingga Rp 65.000. Namun,pada sore hari atau saat persediaan agen habis, harga dapat melambung hingga Rp 70.000 sampai Rp 80.000.
Selain mahal, para agen juga membatasi pembelian elpiji ukurang 12 kilogram maksimal dua tabung per orang, sejumlah agen pun mengakali dengan membayar beberapa orang untuk mengantre. Dengan demikian, setiap agen berpeluang mendapatkan elpiji 12 kilogram lebih dari dua buah per hari.
Iwan, seorang pengecer elpiji melakukan hal yang sama. Dalam sehari, Iwan ber sama seorang temannya mampu membeli 10 tabung elpiji ukuran 12 kilogram. "Teman saya punya enam tabung sedangkan saya punya empat tabung. Kami kemudian menyuruh tiga kuli angkut untuk ikut mengantre," kata Iwan.
Untuk mendapatkan 10 tabung elpiji ukuran 12 kilogram, Iwan harus mulai mengantre di agen sejak pukul 04.30 pagi. Kebanyakan pembeli pengen harga yang murah tapi tidak mau repot-repot antre. Karena harus bersusah payah antre, maka sah-sah saja saya menaikkan harga, papar Iwan.
Setelah mendapatkan 10 tabung elpiji, Iwan harus menyisihkan uang Rp 18.000 untuk memberi upah bagi tiga orang kuli angkutnya, karena masing-masing kuli mendapatkan upah Rp 3.000 per tabung elpiji. Dengan menjual ecer elpiji, Iwan dapat mengumpulkan keuntungan sekitar Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per hari.
Berbeda dengan Iwan, Entin seorang ibu rumah tangga di Jalan Palasari, Bandung sangat menyesalkan mahalnya harga elpiji ukuran 12 kilogram. Harga elpiji 12 kilo biasanya hanya berkisar Rp 58.000 hingga Rp 60.000. Tapi sekarang kok melonjak hingga Rp 80.000. Ini sudah keterlaluan, ujarnya.
A01
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang