JAKARTA, JUMAT-Manajer Hotel Spa Malioboro, di kawasan Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Samir Musaev (37) alias Pak Sam, diculik kawanan penjahat yang melibatkan tentara berpangkat kopral kepala (kopka), Rabu (23/4) subuh. Bule asal Uzbekistan ini dilepaskan komplotan penculik,setelah membayar tebusan Rp 50 juta.
Penculikan yang menimpa Pak Sam terjadi pukul 04.30 di Jalan Hayam Wuruk, Tamansari, Jakarta Barat. Saat itu, Pak Sam dalam perjalanan pulang bersama istrinya. Pagi itu mereka baru saja memenuhi undangan makan malam di Restoran Garuda bersama rekannya, Anthon Mamarodia (36).
Ketika mereka hendak meninggalkan restoran, datang tiga orang pria berbadan tegap. Ketiga orang itu memaksa Pak Sam turun dari mobil pribadinya dan membawa ke mobil Daihatsu Xenia yang dikendarai kawanan penculik. Kawanan penculik mengatakan, Pak Sam mempunyai utang dan harus ikut dengan mereka menemui si penagih.
Setelah Pak Sam dibawa dengan mobil penculik, istrinya langsung pulang. Ia naik taksi ke rumahnya di Jalan Balikpapan, Gambir, Jakarta Pusat. Sementara mobil Pak Sam ditinggal di depan restoran. Saat kejadian, Anthon tidak berada di tempat, dia sudah terlebih dahulu meningalkan restoran.
Ditodong pistol
Di dalam mobil yang bernomor polisi B 1418 OH, Pak Sam ditodong pistol. ”Kepada Pak Sam, ketiga pelaku mengaku petugas dari Imigrasi dan Polda Metro Jaya yang sedang melakukan penyelidikan,” kata Kapolsektro Tamansari, Kompol Imam Saputra, didampingi Kanit Reskrim Iptu Hendri Umar, Kamis (24/4).
Pak Sam dibawa ke daerah Warakas, Tanjungpriok, Jakarta Utara. Dalam perjalanan, baru diketahui ketiga pria ini menculik Pak Sam. ”Awalnya mereka meminta uang tebusan Rp 30 juta. Tapi, kemudian naik menjadi Rp 50 juta,” kata Imam.
Pak Sam menyanggupi membayar uang tebusan. Di ATM Bank BCA Cabang Warakas, Pak Sam mentransfer uang terbusan Rp 50 juta. Setelah membayar tebusan, Pak Sam dibebaskan dan pulang ke Jalan Balikpapan dengan taksi. Sesampai di rumah, Pak Sam menceritakan kejadian yang baru dialaminya ke atasannya di Hotel Spa Malioboro. Atasan Pak Sam meminta untuk melapor ke polisi. Pak Sam akhirnya melapor ke Polsektro Tamansari.
Petugas yang menerima laporan Pak Sam, segera melakukan penyelidikan. Langkah pertama, menyelidiki pemilik nomor rekening pembayaran uang tebusan. ”Setelah diselidiki polisi, ternyata rekening penerima uang transfer Rp 50 juta itu milik rekan Pak Sam, Anthon, yang baru saja mengajaknya makan malam,” kata Imam.
Polisi segera mendatangi rumah Anthon di Harapan Baru, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi. Anthon yang beristrikan perempuan warga Rusia sedang berada di rumah. ”Saat ditangkap polisi, Anthon tak melawan,” kata Imam.
Setelah menangkap Anthon, polisi kemudian menangkap tiga pelaku penculikan lainnya. Mereka adalah Mardiono (42), warga Pademangan, Jakarta Utara; Affan (35), warga Tanahabang, Jakarta Pusat; dan H Bahrudin (38), warga Tanahabang. Setelah dipemeriksa, Mardiono diketahui tercatat sebagai anggota TNI dengan pangkat kopka.
Menurut Imam, Anthon yang tak lain rekan Pak Sam adalah otak penculikan. Dia mengajak ketiga rekannya untuk melakukan aksinya. ”Awalnya, malam itu, Anthon menyampaikan ingin bertemu Pak Sam dan istrinya di restoran guna meminta bantuan. Anthon sedang terdesak kebutuhan dan meminta uang kepada Pak Sam,” ujarnya.
Dalam pertemuan di restoran, Pak Sam memberikan uang Rp 5 juta kepada Anthon. Tapi, itu rupanya hanya siasat Anthon agar Pak Sam bisa diculik. Sementara itu, Anthon sendiri mengaku tidak mengenal ketiga pria pelaku penculikan itu. Dia mengatakan ketiga orang itu bukanlah suruhannya. Tetapi suruhan orang lain. ”Pak Sam memang mempunyai utang kepada saya sebanyak 3.000 dolar AS. Kemudian saya meminta seseorang untuk menagihkanya. Saya tidak tahu kalau orang itu kemudian menyuruh ketiga orang ini. Bahkan sampai menculiknya segala,” kata Anthon.
Keterangan Anthon ini diragukan polisi. Sebab, tidak mungkin kalau Anthon tidak mengetahui ketiga orang ini. Uang tebusan yang dimintakan ketiga orang ini ditransfer ke nomor rekening milik Sam. ”Bahkan pembayarannya dalam dua kali transfer. Masing-masing Rp 25 juta,” kata Imam.
Kepada polisi, Anthon mengaku mengenal Pak Sam sejak empat tahun lalu. Kegemaran Anthon berkunjung ke tempat hiburan malam atau dunia gemerlap (dugem) di Jakarta, akhirnya mempertemukannya dengan Pak Sam. Terlebih, istri Anthon yang berkebangsaan Rusia telah mengenal lebih dulu Pak Sam yang datang dari Uzbekistan. Pak Sam datang ke Indonesia empat tahun lalu. Keahliannya dalam meramu dan mengelola tempat dugem, membuat pria ini dijadikan manajer di Hotel Spa Malioboro. (Warta Kota/Tos)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang