Laporan wartawan Kompas Robertus Benny Dwi K
DENPASAR, JUMAT - Empat wilayah di Bali, yakni Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, dan Kota Denpasar, akan menjadi tempat pelaksanaan simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza secara serentak, Jumat (25/4) hingga Minggu (27/4). Ratusan tenaga medis dan warga setempat akan terlibat dalam kegiatan yang merupakan tindak lanjut diluncurkannya pedoman nasional kesiapsiagaan dan respon dalam menghadapi pandemi influenza atau NPPRP di Indonesia itu.
Dokter Lily S Sulistyowati, Kepala Pusat Komunikasi Publik Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan di Jembrana, Jumat pagi menyatakan, simulasi ini ditujukan untuk mengantisipasi kejadian terburuk akibat terjadinya penularan flu burung antarmanusia atau pandemi.
"Indonesia mempersiapkan dua skenario, yang pertama kalau episenter pandemi terjadi di Indonesia dan kedua kalau terjadi di negara lain. Tujuan simulasi adalah untuk bersiap diri dalam mencegah penularan yang lebih luas dan mempersiapkan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, LSM, media massa, pegawai swasta dan aparat pemerintah agar bergerak cepat secara bersama-sama memutus mata rantai penyebaran flu yang mematikan," kata dr Lily.
Simulasi yang merupakan kerjasama antara Departemen Kesehatan dan pemerintah daerah setempat itu akan dipusatkan di Desa Dangin Tukadaya (Jembrana) yang notabene merupakan lokasi pertama kali ditemukannya kasus penularan flu burung di Bali. Selain itu, simulasi serupa juga akan digelar di puskesmas dan Rumah Sakit Umum (RSU) Jembrana, RSU Tabanan dan RSU Sanglah Denpasar yang merupakan RS rujukan pasien flu burung di Bali, serta Bandara Internasional Ngurah Rai.
Pemilihan Bali sebagai tempat penyelenggaraan simulasi, selain karena pernah terjadi kasus flu burung, juga terkait aspek pulau itu sebagai pusat pariwisata dunia. Simulasi diharapkan menjadi gambaran keseriusan pemerintah untuk menanggulangi setiap kasus, termasuk antisipasi atas pandemi flu burung. Dengan demikian, wisatawan tetap akan merasa aman untuk berwisata ke Bali dan Indonesia pada umumnya.
Kegiatan simulasi akan dibuka oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, serta dihadiri para pengamat dari dalam dan luar negeri. Mereka itu antara lain adalah wakil dari badan internasional, tamu negara asing, organisasi profesi, RS Rujukan Flu Burung se-Indonesia, serta seluruh unit pelaksana teknis Departemen Kesehatan se-Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang