JAKARTA,JUMAT - Belum juga ada maskapai penerbangan yang akan menggantikan rute-rute yang ditinggalkan oleh PT Adam Sky
Connection Airlines atau AdamAir, otoritas penerbangan Indonesia mulai menawarkan rute tersebut. Penawaran rute tersebut dilayangkan oleh Direktorat Angkutan Udara Departemen Perhubungan yang ditandatangani oleh Pelaksana Harian
Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Djoko Murjatmodjo, Selasa (22/4) lalu.
"Sehubungan dengan penghentian operasi penerbangan PT Adam SkyConnection, Pemerintah secara resmi telah menawarkan kepada maskapai penerbangan nasional untuk mengisi kapasitas rute-rute yang ditinggalkan AdamAir," kata Kepala Pusat Komunikasi Dephub Bambang Supriyadi Ervan saat dihubungi PersdaNetwork di Jakarta, Kamis (24/4).
Penawaran tersebut telah disampaikan secara tertulis melalui surat kepada tujuh maskapai masing-masing : Garuda Indonesia, Merpati
Nusantara, Metro Batavia, Lion Mentari Airlines, Wings Air, Mandala Airlines dan Indonesia Air Asia. Bambang menambahkan, bagi maskapai penerbangan yang berminat dapat mengajukan permohonan yang ditujukan kepada Ditjen Perhubungan. Permohonan penambahan kapasitas tersebut harus memperhatikan ketentuan yang berlaku pada Keputusan Menteri Perhubungan No KM 81
Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara serta ketersediaan armada pesawat udara dan crew masing-masing maskapai
penerbangan.
Sebelum ijin rutenya dicabut, AdamAir menjadi penguasa ketiga dalam hal pelayanan penerbangan setelah Garuda Indonesia dan Lion Air. AdamAir pernah menguasai 24 rute-rute gemuk di Indonesia dengan frekuensi 490 penerbangan setiap pekan.
Menurut Bambang, maskapai membutuhkan waktu untuk mengembangkan rute mereka menggantikan rute AdamAir. "Mereka tentu akan meneliti dulu dan memperhitungkan dengan armada mereka," tandas Bambang.
Beberapa waktu lalu, Direktur Komersial Merpati Nusantara Airlines, Jaka Pujiyono kepada PersdaNetwork mengatakan, Merpati akan mengembangkan rute yang ditinggalkan AdamAir. Meski demikian penambahan rute bukan karena telah ditinggalkan AdamAir.
Rute tersebut adalah Jakarta-Makassar, yang selama ini diterbangi Merpati sebanyak empat frekuensi akan ditambah satu frekuensi lagi. Sedangkan untuk rute Jakarta-Denpasar, Merpati akan menambah satu penerbangan lagi menjadi dua frekuensi per hari.
"Insya Allah penambahan rute akan dilakukan pada awal Mei nanti. tapi ini bukan karena kita ingin menggantikan AdamAir, ini karena sudah menjadi rencana Merpati dan kebetulan sekarang permintaan juga sedang besar," kata Jaka.
Jaka menambahkan, penambahan rute dilakukan secara bertahap mengingat armada mereka yang terbatas. Untuk pesawat jet, Merpati
saat ini memiliki 15 pesawat dan sebagian adalah Boeing 737-200 yang dikenal boros. Karena Merpati juga mempunyai program untuk mengganti Boeing 737-200, maka penambahan frekuensi penerbangannya disesuaikan dengan kondisi yang ada. (PersdaNetwork/Hendra Gunawan)