Siapa Berminat Rute AdamAir?

Kompas.com - 25/04/2008, 10:43 WIB

JAKARTA,JUMAT - Belum juga ada maskapai penerbangan yang akan menggantikan rute-rute yang ditinggalkan oleh PT Adam Sky
Connection Airlines atau AdamAir, otoritas penerbangan Indonesia mulai menawarkan rute tersebut. Penawaran rute tersebut dilayangkan oleh Direktorat Angkutan Udara Departemen Perhubungan yang ditandatangani oleh Pelaksana Harian
Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Djoko Murjatmodjo, Selasa (22/4) lalu.

"Sehubungan dengan penghentian operasi penerbangan PT Adam SkyConnection, Pemerintah secara resmi telah menawarkan kepada maskapai penerbangan nasional untuk mengisi kapasitas rute-rute yang ditinggalkan AdamAir," kata Kepala Pusat Komunikasi Dephub Bambang Supriyadi Ervan saat dihubungi PersdaNetwork di Jakarta, Kamis (24/4).

Penawaran tersebut telah disampaikan secara tertulis melalui surat kepada tujuh maskapai masing-masing : Garuda Indonesia, Merpati
Nusantara, Metro Batavia, Lion Mentari Airlines, Wings Air, Mandala Airlines dan Indonesia Air Asia. Bambang menambahkan, bagi maskapai penerbangan yang berminat dapat mengajukan permohonan yang ditujukan kepada Ditjen Perhubungan. Permohonan penambahan kapasitas tersebut harus memperhatikan ketentuan yang berlaku pada Keputusan Menteri Perhubungan No KM 81
Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara serta ketersediaan armada pesawat udara dan crew masing-masing maskapai
penerbangan.

Sebelum ijin rutenya dicabut, AdamAir menjadi penguasa ketiga dalam hal pelayanan penerbangan setelah Garuda Indonesia dan Lion Air. AdamAir pernah menguasai 24 rute-rute gemuk di Indonesia dengan frekuensi 490 penerbangan setiap pekan.

Menurut Bambang, maskapai membutuhkan waktu untuk mengembangkan rute mereka menggantikan rute AdamAir. "Mereka tentu akan meneliti dulu dan memperhitungkan dengan armada mereka," tandas Bambang.

Beberapa waktu lalu, Direktur Komersial Merpati Nusantara Airlines, Jaka Pujiyono kepada PersdaNetwork mengatakan, Merpati akan mengembangkan rute yang ditinggalkan AdamAir. Meski demikian penambahan rute bukan karena telah ditinggalkan AdamAir.
Rute tersebut adalah Jakarta-Makassar, yang selama ini diterbangi Merpati sebanyak empat frekuensi akan ditambah satu frekuensi lagi. Sedangkan untuk rute Jakarta-Denpasar, Merpati akan menambah satu penerbangan lagi menjadi dua frekuensi per hari.
"Insya Allah penambahan rute akan dilakukan pada awal Mei nanti. tapi ini bukan karena kita ingin menggantikan AdamAir, ini karena sudah menjadi rencana Merpati dan kebetulan sekarang permintaan juga sedang besar," kata Jaka.

Jaka menambahkan, penambahan rute dilakukan secara bertahap mengingat armada mereka yang terbatas. Untuk pesawat jet, Merpati
saat ini memiliki 15 pesawat dan sebagian adalah Boeing 737-200 yang dikenal boros. Karena Merpati juga mempunyai program untuk mengganti Boeing 737-200, maka penambahan frekuensi penerbangannya disesuaikan dengan kondisi yang ada. (PersdaNetwork/Hendra Gunawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau