Tak punya lapangan dan hanya sebuah jalan

Ronaldinho Belajar Bola dari Seekor Anjing

Kompas.com - 25/04/2008, 23:50 WIB

RONALDINHO termasuk salah satu pemain sepakbola paling fenomenal di muka bumi ini. Aksi individu dan trik playmaker asal Brasil tersebut membuat siapa pun yang melihatnya pasti kagum. Tapi siapa menyangka jika Ronaldinho belajar sepakbola dari seekor anjing?

Ya, Ronaldinho sendiri mengakui hal tersebut. Di lingkungan hidupnya di Porto Alegre, Brasil, ada seekor anjing jantan dengan nama Bon Bon yang selalu menemaninya ketika para sahabatnya sudah pulang ke rumah. Hampir setiap hari mereka bermain bersama.

Karena itulah sebuah malajah Inggris, My Free Sport, menyebutkan bahwa bukan hal yang mengherankan jika fisik dan kekuatan Ronaldinho sangat bagus.

"Benar, Bon Bon. Saya banyak belajar bermain bola di jalanan di Porto Alegre. Kami tak punya lapangan, hanya sebuah jalan. Namun saya tak henti-hentinya bermain meskipun teman laki-laki sudah pulang ke rumah karena di sana masih ada Bon Bon. Saya bermain dengannya," ungkap Ronaldinho, Jumat (25/4).

"Untuk seekor anjing, dia hebat. Dia bisa menahan bola, namun dia tak tahu aturan karena memang dia seekor anjing. Dia adalah anjing terbaik di wilayah kami. Dia memilih kaki kanan yang hebat," tambah mantan pemain Paris St Germain itu.

Tak cuma itu. Ronaldinho juga ternyata bisa memadukan sepakbola dengan musik, sehingga aksinya di atas lapangan hijau seperti seorang penari yang mempertontonkan seni memainkan si kulit bundar.

"Ketika saya masih kecil, saya tidak membayangkan bisa melakukan hal yang berbeda. Saudara saya Roberto adalah pemain bola, dan dia adalah idolaku. Dia bermain di Brasil, untuk Gremio, dan kemudian pindah ke Swiss untuk memperkuat Sion. Saya ingin mengikutinya dan tinggal bersamanya setiap musim panas di Eropa.

"Ayah saya bekerja sebagai satpam di stadion Gremio, dan keluargaku selalu memberikan semangat kepada mereka. Semua itu karena sepakbola, sepakbola dan sepakbola, meskipun musik juga menjadi kesayanganku. Saya suka samba dan Pagode, yang berasal dari samba dan itu populer di Brasil selatan.

"Saya juga pernah tergabung dalam grup band, dan kadang-kadang saya berlatih bersama teman-teman dalam sebuah grup di Barcelona. Saya mengenakan topeng, supaya orang tak mengenal saya," terang Ronaldinho. (GOAL/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau