NEW YORK, SABTU - Harga minyak dunia melonjak tajam setelah pasar dikhawatirkan dengan berita seputar sebuah kapal AS yang melepaskan tembakan peringatan terhadap 2 kapal Iran di Teluk Persia. Ketegangan terbaru ini menimbulkan keprihatinan pasar yang mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya konflik yang dapat membatasi suplai minyak dari kawasan Teluk Persia.
Berita ini telah mengakibatkan kontrak pengiriman minyak mentah light sweet untuk bulan Juni 2008 naik hingga mencapai 119,55 dolar AS per barrel sebelum kembali berada pada posisi 118,52 dolar AS per barrel di Bursa Komoditi New York Mercantile.
Insinden tersebut telah memicu kekhawatiran investor karena berita ini muncul di tengah sejumlah ketegangan antara kapal pasukan AS dan Iran di Teluk Persia belakangan. Awal bulan April ini, kapal induk AS USS Typhoon mengeluarkan tembakan peringatan terhadap sebuah kapal Iran yang berada pada jarak 183 meter dari kapal pasukan AS tersebut.
Pada bulan Januari 2008, beberapa kapal Iran melakukan tindakan yang dinilai oleh angkatan laut AS sebagai tindakan provokatif dengan mendekati sebuah kapal AS di Selat Hormuz. Pada bulan Desember 2007, kapal USS Whidbey Island mengeluarkan sejumlah tembakan peringatan terhadap sebuah perahu kecil Iran yang bergerak dengan cepat mendekati kapal AS tersebut.
Belakangan, beberapa analis telah meningkatkan prediksi mereka terhadap kenaikan minyak ke antara 125 hingga 130 dolar AS per barrel. Pada awal pekan ini saja, kontrak pengiriman minyak mentah untuk bulan Mei telah menyentuh 119,90 dolar AS per barrel di saat para investor di bursa komoditi terdorong melakukan aksi pembelian.
Namun demikian, Bank Sentral AS (The Fed) diperkirakan pekan depan akan memotong tingkat suku bunganya tidak sebesar yang diduga sebelumnya karena pemotongan tingkat suku bunga cenderung memperlemah nilai dolar AS. Pemotongan tingkat suku bunga yang tidak terlalu besar oleh The Fed diharapkan dapat mendongkrak nilai dolar AS dan menurunkan harga minyak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang